Per Ardua Ad Astra

  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Saturday, December 9, 2017

Seleksi USAID Prestasi

Keluarga baru di P3C4 2018. Alhamdulillah.

Sebelum mendaftar beasiswa USAID Prestasi untuk angkatan 4, saya mencari informasi “proses seleksi USAID Prestasi”. Proses pencarian pun mulai dari alam gaib sampai dunia maya. Hari demi hari, kemajuan pun tak kasat mata. Ternyata, keterbatasan informasi terkait pengalaman penerima beasiswa di tahun-tahun sebelumnya pun cukup langka. Harapan pun pupus setelah beberapa hari hanya mendapat sedikit informasi. Yah, hal tersebut karena beasiswa USAID Prestasi dengan Program Master baru memberangkatkan 3 angkatan; 2015, 2016, dan 2017, dan angkatan 4 yaitu peserta yang akan diberangkatkan pada tahun 2018. P3C4 2018, nama gaulnya USAID Prestasi untuk angkatan 4, singkatan dari Prestasi 3 Cohort 4. Seleksi P3C4 2018 dimulai dari Juli sampai September 2017. Pengalaman saya, panitia dari USAID Prestasi mensosialisasikan program beasiswa ini melalui media sosial pada Juli 2017. Batas akhir pengumpulan berkas juga cukup singkat yaitu 31 Juli 2017. Kemudian pengumuman tes wawancara pada bulan September 2017. Oktober 2017, pengumuman penerima beasiswa pun menyusul. Pengumuman tes wawancara dan penerima beasiswa diberitahukan secara pribadi melalui email masing-masing. Yuk, simak proses seleksi berdasarkan pengalaman saya.

Proses seleksi USAID terbagi menjadi dua yaitu seleksi administrasi dan seleksi wawancara. Seleksi administrasi yaitu seleksi berkas para calon penerima yang meliputi kelengkapan, konten, keaslian, dan dokumen pendukung lainnya. Pada pengisian berkas, application form yang disediakan oleh panitia, para calon mendeskripsikan pengalaman kerja beserta perannya, mendeskripsikan keterlibatan diri dengan aktivitas sosial beserta perannya, dan membuat essay mengenai kepemimpinan, tantangan study abroad, rencana studi di Amerika, surat rekomendasi, serta isu dan tantangan di bidang masing-masing. Selain itu, untuk menambah poin plus, para calon penerima juga bisa menambahkan dokumen pendukung lainnya seperti publikasi jurnal dan/atau penghargaan. Pengalaman saya juga melampirkan bukti publikasi jurnal internasional dan nasional serta menambahkan bukti penghargaan sebagai Mapres, kejuaraan LKTI tingkat Nasional, dan keterlibatan dalam perlombaan level internasional di Malaysia. Semua yang diisi pada form wajib disertakan lampiran fotokopi dokumen. Selain itu, hal yang harus diperhatikan adalah “BU”-- BE YOURSELF -- dalam mengemas deskripsi pengalaman riil, konten pun diusahakan yang sederhana, jelas dan menjawab pertanyaan, serta jangan lupa sharing dengan alumni USAID Prestasi atau temannya agar mendapat umpan balik.

One step closer.......
Surat rekomendasi, bagi saya, adalah hal yang krusial dalam mendukung aplikasi para calon penerima beasiswa. Bidikan yang tepat sesuai dengan ranahnya masing-masing juga cukup mujarab sebagai obat pendukung aplikasi. Pengalaman saya yaitu surat rekomendasi mewakili instansi tempat kerja, organisasi sosial di masyarakat, dan instansi Perguruan Tinggi sebelumnya. Pada instansi tempat kerja, saya mengajukan permohonan surat rekomendasi kepada Ketua Yayasan sebagai pimpinan tertinggi di tempat kerja. Pada instansi organisasi sosial di masyarakat, saya juga membidik ketua organisasi untuk mengisi surat rekomendasi. Dan pada instansi Perguruan Tinggi, Ketua Jurusan Program Studi (Prodi) merupakan hal wajib terkait pengalaman studi karena untuk mendeskripsikan kegiatan kita pada saat mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi dan dukungan kemampuan kita dalam memperoleh kesempatan pendidikan selanjutnya.

Congrats....
Setelah seleksi administrasi, para peserta yang lanjut ke seleksi wawancara akan dihubungi melalui email masing-masing. Jangan lupa bersyukur, Alhamdulillah, dan langsung kabari orang tua dan saudara terdekat biar dapat duit jajan tambahan. Weh, tujuannya minta doa restu lah. Pada pengumuman tersebut, tercantum deskripsi jadwal wawancara dan informasi penting terkait wawancara. Info wajib: baca petunjuknya dan hubungi kontak yang tertera jika ada hal yang kurang jelas, dan jangan lupa konfirmasi. Teknis dari seleksi wawancara sendiri terbagi menjadi beberapa hari. Pengalaman saya, peserta wawancara calon penerima beasiswa P3C4 2018 yaitu 60-an peserta. Pembagian hari wawancara berdasarkan field masing-masing; kesehatan, hukum, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Setiap wawancara akan dihadapkan oleh 3 pewawancara dan 1 observer. Pewawancara mempunyai tugas masing-masing sesuai dengan kompetensinya. Pengalaman saya di field pendidikan, ada 3 pewawancara; satu orang yang fokus pada future plan dan karakteristik pribadi, satu orang fokus pada leadership experience, dan satu orang fokus pada field pendidikan. Sedangkan observer hanya memperhatikan sikap dan tutur bahasa. Persiapan yang dibutuhkan adalah penguasaan materi, kepercayaan diri, be yourself, kejujuran, dan doa. Pewawancara sangat ramah, mereka menyambut calon pewawancara terlebih dahulu. Pas saya masuk ruangan dengan rasa gado-gado, mereka langsung menyapa dan menjabat-tangan saya. Meskipun bermodalkan kemampuan bahasa inggris pas-pasan, saya berusaha menggunakan bahasa inggris selama proses wawancara. Bahkan saya sempat bingung dan sempat dibantu oleh mereka. They will know who you are, just let them know who you are frankly. Berpikir positif dan menyampaikan informasi secara jujur adalah salah satu kunci keberhasilan. Wawancara berlangsung sekitar 30 menit dan serahkan hasilnya pada Allah SWT. Usaha terakhir adalah doa. Setelah itu,……… semoga bermanfaat.

Monday, November 6, 2017

Beasiswa USAID PRESTASI

You can't make an omelet without breaking few eggs.
Beasiswa USAID Prestasi (Program to Extend for Sustainable Impact) merupakan program beasiswa yang diberikan oleh Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat kepada negara berkembang, seperti Indonesia. Program tersebut merupakan program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika yang bertujuan untuk membantu individu, organisasi, dan institusi guna mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas yang dapat mendukung pembangunan Indonesia secara berkelanjutan baik bidang Ekonomi, Lingkungan, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia, serta Kesehatan dan Pendidikan. Di Indonesia, program USAID Prestasi sudah berlangsung sejak 2007. Sejak 2007 sampai 2016, total peserta beasiswa yaitu 334 orang. Peserta beasiswa ini pun beragam dari berbagai daerah yang terdiri dari 59% berasal dari Pulau Jawa dan 41% berasal dari pulau lain. Tentunya hal tersebut membuka kesempatan secara luas bagi calon penerima dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di Indonesia. Perempuan juga dianjurkan untuk mengajukan aplikasi.

Para kandidat penerima merupakan Warga Negara Indonesioa (WNI) yang memenuhi kriteria seleksi dan persyaratan oleh USAID Prestasi. Adapun persyaratan yang perlu ditunjukkan yaitu pengalaman kerja, keterlibatan diri dalam organisasi sosial, kinerja tinggi sesuai bidangnya, dan dedikasinya dalam meningkatkan hidup masyarakat, sedangkan persyaratan dasar yang dipasang USAID Prestasi yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), bukan pegawai USAID/kontraktor USAID, masih akan bekerja bekerja sedikitnya 10 tahun setelah menyelesaikan studi, dan bukti kemampuan berbahasa inggris dengan nilai TOEFL ITP minimal 450 atau yang setara iBT dan ielts.

Jadi untuk para pejuang beasiswa terutama study abroad, beasiswa USAID Prestasi merupakan salah satu penyedia beasiswa yang direkomendasikan untuk dicoba. Di sisi lain, standar nilai minimal kemampuan bahasa inggris yang dipatok tidak terlalu tinggi daripada penyedia beasiswa lain, sehingga para kandidat penerima tidak harus khawatir. Setiap orang mempunyai potensi yang unik sesuai bidang masing-masing, tunjukkan lah bahwa Anda adalah salah satu kandidat yang dicari USAID Prestasi tahun mendatang. Selamat berjuang dan sampai jumpa di keluarga besar USAID Prestasi Scholarship!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai USAID Prestasi bisa diakses melalui website resminya http://www.prestasi-iief.org/index.php/english/ 

Sunday, October 15, 2017

World CP Day di Balai Kota Yogyakarta

Salah satu peserta WCPD yang sedang berbagi pengalaman.

Seperti tahun sebelumnya, komunitas WKCP yang concern terhadap penyandang disabilitas serebral palsi mengadakan acara dalam rangka memperingati hari serebral palsi sedunia atau World Cerebral Palsy Day (WCPD). WCPD disepakati secara internasional pada 6 Oktober. Memperingati WCPD merupakan bagian kontribusi nyata komunitas WKCP terhadap perkembangan berkelanjutan Indonesia, khususnya di bidang penyandang disabilitas serebral palsi. Acara tersebut berlangsung di Balai Kota Yogyakarta yang beralamat di jalan Timoho, Yogyakarta (15/10). Adapun tema acaranya yaitu “Public Awareness of Cerebral Palsy”, dengan tujuan mensosialisasikan pengetahuan mengenai serebral palsi pada masyarakat umum serta memupuk rasa percaya diri pada penyandang disabilitas serebral palsi di lingkungan masyarakat. Adapun peserta WCPD yaitu 72 orang yang terdiri dari penyandang serebral palsi dan orangtuanya, serta masyarakat umum dari berbagai daerah.
Acara berlangsung cukup meriah. Kemeriahan dapat dirasakan pada saat serangkaian acara berlangsung. Rangkaian acara tersebut yaitu sambutan, lomba, dan pembagian hadiah. Sambutan diberikan kepada ketua panitia (Dian Ayu Puspitaningrum) dan ketua komunitas (Anis Sri Lestari). Lomba yang diadakan yaitu lomba menghias batu dan menghias tas kain dengan melibatkan penyandang serebral palsi yang didampingi oleh keluarganya. Hasilnya pun dinilai oleh panitia dan setelahnya dibawa pulang oleh peserta. Kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah dari kejuaran lomba. Selain itu, panitia juga menampilkan hiburan pada awal acara dan membagikan doorprize di sela-sela acara. Panitia WCPD yang terlibat yaitu pengurus WKCP dan relawan WKCP dari alumni dan mahasiswa UNY, ISI, UNISA, UGM, UIN Sunan Kalijaga, UII, dan Akprind.
“Adanya kegiatan seperti ini (memperingati WCPD) memberikan motivasi dan percaya diri kepada penyandang disabilitas dalam bergaul dengan masyarakat, terutama dalam melakukan perannya sebagai makhluk sosial seperti gotong royong dan bekerja. Hal tersebut juga dapat mengurangi stigma-stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. Oleh karena itu, peran nyata komunitas WKCP yang peduli penyandang disabilitas perlu diapresiasi karena konsisten dalam keterlibatan acara atau kegiatan yang mendukung penyandang disabilitas secara postif.” ungkap Rohmad, penyandang disabilitas yang berasal dari Bantul.

Friday, September 29, 2017

KKG di SLB Suharjo Putra

Suasana KKG di SLB Suharjo Putra

Kegiatan Kinerja Guru (KKG) merupakan kegiatan rutin bulanan yang didukung dari Dinas Dikpora DIY. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menunjang kinerjanya. Selain itu, KKG juga memberikan kesempatan guru-guru yang outstanding karena mendapat juara di perlombaan tertentu atau mempunyai kemampuan yang mumpuni. Pelaksanaan KKG tersebut yaitu tiga bulan sekali dan tempatnya berpindah-pindah di SLB, serta pelaksanaannya dipasrahkan oleh tiap-tiap kabupaten.
Pada kesempatan ini, KKG Kabupaten Gunungkidul diadakan di SLB Suharjo Putro yang beralamat di Desa Sepat, Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul. Letaknya yang strategis dengan wisata alam Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran menambah kesan tersendiri bagi para peserta KKG, tidak sedikit pula peserta KKG yang enggan menolak ajakan untuk mampir di tempat wisata alam tersebut. Terlepas dari hal tersebut, KKG berlangung pada Kamis, 28 September 2017 dan dimulai sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Peserta yang menghadiri adalah guru-guru SLB se-Kabupaten Gunungkidul yang berjumlah sekitar 138 peserta. Tema yang diangkat dalam acara KKG tersebut yaitu Penyusunan Laporan Karya Ilmiah.
Acara KKG yang berlangsung di dalam gedung serbaguna SLB Suharjo Putra tersebut berlangsung sesuai jadwalnya. Jadwal yang tertera pada petunjuk teknis yaitu sambutan Kepala SLB Suharjo Putra, Kepala KKG Se-Kabupaten Gunungkidul, dan penyampaian materi oleh Pak Sardiyana, S.Pd., M.A. selaku pengawas SLB Dinas Dikpora DIY. Materi yang disampaikan yaitu Penyusunan Laporan Karya Ilmiah pada Alat Peraga/Pelajaran. Pada materi tersebut, beliau menyampaikan bahwa guru perlu mengembangkan media pembelarajan yang bisa memudahkan siswa didiknya dalam menyerap materi yang disampaikan. Guru juga dapat menginovasikan karya yang sudah ada dengan memanfaatkan teknologi, menciptakan teknologi tepat guna, dan/atau memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Sebagai contoh di Kabupaten Gunungkidul, banyak masyarakat yang mengolah lahan pertanian singkong namun belum maksimal dalam hasil olahannya, guru bisa menciptakan alat pembuat keripik singkong yang bisa digunakan bagi siswanya. Selain itu, alat tersebut bisa menunjang keterampilan siswa sebagai bekal hidupnya untuk berwirausaha. Namun, apabila guru tidak mampu membuat alat peraga tersebut, guru dapat bekerjasama atau berkolaborasi dengan ahlinya.” tambah Sardiyana S.Pd., M.A.
Penyusunan laporan ilmiah biasanya mengikuti sistematika atau panduan yang disediakan oleh panitia perlombaan. Setiap panitia perlombaan mempunyai sistematika yang disesuaikan dengan temanya. Secara umum, sistematika yang dapat diajukan yaitu sebagai berikut:
  1. Halaman Judul
  2. Halaman Pengesahan
  3. Halaman Pernyataan
  4. Kata Pengantar
  5. Daftar Isi
  6. Daftar Lampiran
  7. BAB I Pendahuluan yang memuat latarbelakang, tujuan, dan manfaat
  8. BAB II Kajian Pustaka yang mendukung media pembelajaran atau alat peraga secara teoritis
  9. BAB III Metode Pengembangan yang mencakup rancangan media, prosedur pembuatan media, penggunaan media, dan analisis SWOT
  10. BAB IV Pembahasan yang meliputi hasil uji coba lapangan dan kaitannya dengan teori yang ada
  11. BAB V Kesimpulan dan Saran
  12. Daftar Pustaka
  13. Lampiran


Demikian laporan singkat dari pelaksanaan KKG di SLB Suharjo Putra, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan salam literasi..


Wednesday, August 30, 2017

Pendakian Gunung Semeru 3.676 mdpl

This picture was taken from Kalimati on August 22nd, 2017.

                Gunung Semeru merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia dan termasuk 7 Summit Indonesia. Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa mempunyai titik puncak (Puncak Mahameru) 3.676 mdpl yang dikenal dengan sebutan Puncak Abadi Para Dewa bagi pendaki. Dikutip dari www.wisatabromo.com, Gunung Semeru terletak di antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan posisi geografis antara 8o06’ LS dan 112o55’ BT. Selain itu, karena keindahan perbukitan sekitar Gunung Semeru dan Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru sangat diminati oleh banyak pengunjung. Hal tersebut terbukti pada layanan pendaftaran online yang selalu ramai. Pendaftaran online pengunjung bisa dilakukan minimal satu minggu sebelumnya melalui laman resmi www.bookingsemeru.bromotenggersemeru.org.
Dikutip dari www.manusialembah.blogspot.co.id, jalur pendakian Gunung Semeru terbagi menjadi dua jalur yaitu jalur pendakian Ranupane dan jalur pendakian Ayek-ayek. Jalur Pendakian yang dibuka untuk umum yaitu jalur pendakian Ranupane, sedangkan jalur pendakian Ayek-ayek tidak dibuka untuk umum karena medan pendakian yang terjal dan masih terdapat ekosistem hewan liar yang dilindungi.
Pengalaman saya dalam Pendakian Gunung Semeru sangat berkesan dan pastinya penuh kenangan. Mulai dari persiapan packing, booking tiket kereta, dan menyapa relasi baru pun tak terelakkan.  Selain itu, pendakian yang berjumlah 16 ini juga cukup menguras energi fisik, psikis, dan tentunya materi selama pendakian berlangsung dari 21 Agustus sampai dengan 24 Agustus 2017. Adapun deskripsinya sebagai berikut:

The sight of Ranu Kumbolo 2.400 masl was taken on August 22nd, 2017.

21 Agustus 2017
Jam 08.00 WIB Sesampainya di Stasiun Malang Kota Baru, kami berkumpul di luar stasiun. Kami pun saling menyapa satu sama lain karena sebagian besar dari kami memang belum kenal. Kami yang berjumlah 16 orang yaitu Bang Mex, Bang Yogi, Mba Sri, Bang Ipunk, Bang Nyoman, Bang Aldi, Bang Bayu, Bang Ocil, Bang Sulaeman, Bang Adib, Bang Udin, Mas Yusuf, Mas Wawan, Mas Slamet, Mba Del, dan Penulis (Adi). Kemudian langsung menuju persimpangan dekat dengan patung Singa, kami pun dengan segera bernegosiasi dengan pak supir angkot. Angkot pun siap mengantar kami ke Pasar Tumpang dengan biaya 100 ribu per angkot. Setelah perjalanan sekitar 30 menit, kami pun menuju rumah penyedia jasa jeep yang akan digunakan perjalanan dari Pasar Tumpang menuju ke Basecamp Ranupane. Setelah belanja logistik di sekitar Pasar Tumpang dan packing perbekalan, kami pun start dari Pasar Tumpang jam 13.00 WIB dan sampai di Basecamp jam 15.30 WIB dengan jeep. Biaya jeep yaitu Rp55.000 per individu untuk sekali jalan.
Di Basecamp, kami pun segera mengejar registrasi peserta karena jam kerja loket registrasi tutup jam 17.00 WIB. Pendaftaran peserta pun harus online jauh-jauh hari, dan di loket pendaftaran Basecamp hanya menyerahkan bukti pendaftaran online (per kelompok), dua fotokopi kartu identitas diri (per individu), surat keterangan sehat jasmani (per individu), dan mengisi daftar nama anggota serta daftar perbekalan yang akan dibawa. Setelah semuanya oke, biaya masuk pengunjung pun wajib dilunasi di loket registrasi. Biaya masuk pengunjung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada hari kerja yaitu Rp15.000 dan biaya asuransi sebesar Rp2.500. Kedua hal tersebut berlaku hanya untuk satu orang dan satu kali masuk per hari. Setelah urusan registrasi selesai, semua peserta akan mendapatkan briefing dari pengelola TNBTS terkait jalur pendakian yang diperbolehkan, hal-hal yang perlu diwaspadai, sumber mata air, medan pendakian, dan pastinya kekompakan tim. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan oleh pihak pengelola TNBTS.
Sebelum memulai pendakian, kami segera istirahat dan makan sembari merebahkan fisik sejenak di sekitar basecamp. Sekitar jam 20.00 WIB, kami pun berdoa bersama dan mulai trekking jalur pendakian Ranupane. Jalur pendakian pada saat malam hari perlu diwaspadai karena banyak cabang jalur yang membingungkan. Kami yang notabenenya belum pernah menjajahkan kaki di Gunung Semeru pun hampir tersesat ke jalur Ayek-ayek yang dilarang untuk pendakian karena medan yang terjal. Kami pun bergegas menuju jalur Ranupane.
Tujuan perjalanan kami yaitu Danau Ranu Kumbolo yang berada di ketinggian 2.400 mdpl. Perjalanannya melewati hutan tropis yang masih lebat dengan pepohonan endemik yang akan terlihat menawan di siang hari. Namun suasana malam akan menambah nikmatnya perjalanan kami dengan diiringi bintang kehidupan. Begitu juga rasa dingin yang mulai menusuk relung kami, kami pun selangkah demi selangkah terus bergerak agar tidak mengalami kedinginan atau hipotermia. Medan di jalur pendakian Ranupane didominasi dengan tanah hutan tropis yang nyaman dilewati. Begitu juga rutenya yang cukup panjang dan tidak terlalu terjal. Sebelum sampai di Danau Ranu Kumbolo, ada beberapa pos yang akan dilewati yaitu Pos Landengandowo dan Watu Rejeng.

The peak already was seen at Jambangan.

22 Agustus 2017
Setelah berjalan sekitar 6 jam dari basecamp Ranupane, kami pun sampai di tepi sisi utara Danau Ranu Kumbolo jam 02.00 WIB. Cukup banyak tenda para pendaki yang sudah didirikan di sekitar tepi danau. Namun hal yang paling terasa bagi kami adalah rasa dingin yang menusuk atma kami, bukan hal tempat di mana kami akan mendirikan tenda. Kami pun dengan segera mendirikan tenda dengan tangan yang menggigil sembari menunggu rekan tim kami yang ada di belakang. Selepas itu, kami langsung istirahat dan menghangatkan diri dengan memasak air hangat.
Jam 06.00 WIB, sebagian dari kami memasak sarapan pagi dan sebagian masih merebahkan diri di dalam tenda. Beberapa juga jalan-jalan di sekitar tepi danau yang sedikit mengeluarkan uap asap di permukaan air danau. Rasa dingin juga tidak bisa terelakkan. Setelah memasak usai, kami pun menikmati sarapan bersama di tepi danau. Inilah momen yang cukup langka bagi para pendaki yang notabenenya tidak semua gunung mempunyai danau yang asri nan sejuk. Momen sarapan sudah selesai dan kami pun segera persiapan menuju Kalimati.
Jam 11.00 WIB, kami berdoa bersama dan mulai melanjutkan pendakian menuju ke Kalimati. Medan perjalanan dari Danau Ranu Kumbolo ke Kalimati melalui bukit tanjakan cinta yang cukup terjal tetapi terkenal, kemudian melalui oro-oro ombo yang didominasi savana tumbuhan berwarna ungu dengan medan yang landai, dan lanjut menuju Pos Cemoro Kandang yang cukup terjal dan terakhir di Pos Jambangan. Di Pos Jambangan, Puncak Mahameru (Gunung Semeru) sudah mulai tampak. Keindahan Puncak Mahameru memang tiada tara dari gunung lainnya di Pulau Jawa. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik para pendaki untuk selalu menyambangi Gunung Semeru.
Setelah berjalan sekitar 4 jam 30 menit, kami pun sampai di Kalimati jam 15.30 WIB. Dengan segera kami pun mendirikan tenda dan mengambil persediaan air bersih sembari menunggu rekan tim yang belum sampai. Air bersih berada di Sumber Mani yang bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit (pergi-pulang). Medannya cukup terjal dan perlu diwaspadai untuk tidak mengambil air pada saat malam hari. Hal tersebut menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat daerah sekitar Sumber Mati masih terdapat ekosistem hewan liar, seperti macan. Para pendaki pun dihimbau untuk menjaga kebersihan sekitar dan tidak melalukan hal-hal yang mengancam ekosistem mereka.
Jam 16.30 sudah selesai mendirikan tenda dan menyiapkan air bersih. Sembari menunggu rekan yang masih belum sampai, kami pun menikmati perkasanya Puncak Semeru dari area lapang Kalimati yang luas dan sebagian juga mempersiapkan makan malam. Jam 19.00 WIB, kami makan malam bersama dan dilanjutkan briefing untuk persiapan Summit Attack. Empat orang memilih tetap di tenda karena kondisi yang kurang memungkinkan dan 12 orang tetap lanjut Summit Attack. Setelah briefing, kami pun prepare untuk Summit Attack dan segera istirahat yang cukup.

Finally, the hardest peak that i have been through.

23 Agustus 2017
Jam 12.00 WIB bangun dan persiapan buat Summit Attack, khususnya perbekalan pribadi dan perlengkapan yang memadai. Perbekalan pribadi yaitu minuman dan makanan ringan yang cukup serta obat pribadi, sedangkan perlengkapan Summit Attack yaitu jaket polar, celana polar, sepatu, gaiter dan tracking pole. Setelah persiapan selesai, tepat jam 1.30 WIB dini hari, kami berdoa bersama dan meluruskan niat untuk ke Puncak Abadi Para Dewa.
Sebelum Summit Attack, perjalanan akan melewati Arcopodo dan Cemoro Tunggal yang merupakan batas vegetasi. Dari Kalimati menuju Cemoro Tunggal bisa ditempuh sekitar 1 jam. Medan pendakiannya berupa tanah vegetasi cemara yang cukup terjal dan suhu dinginnya tidak bisa dikompromi. Oleh karena itu, tidak sedikit para pendaki yang mengurungkan niatnya untuk menjajahkan kaki selama Summit Attack karena tak tahan dingin, muntah, pusing, dan sebagainya.
Setelah melewati Cemoro Tunggal sebagai batas vegetasi, para pendaki akan disambut dengan medan pendakian yang didominasi dengan pasir, kerikil, dan bebatuan. Inilah saat para pendaki diuji ketahanan fisik dan niatnya saat menuju ke Puncak Abadi Para Dewa. Medan pasir yang bercampur dengan kerikil sangat menguras energi fisik. Begitu kami melangkah maju ke depan, kami pun akan merosot ke belakang lagi. Setiap dua langkah kaki ke depan hanya untuk satu langkah maju ke depan. Hal tersebut juga ditambah dengan suhu dingin yang menusuk jiwa kami. Ibarat hal tersebut kurang cukup, angin pun turut menggoyahkan niat kami. Niat yang kami bawa dari kota masing-masing untuk menyaksikan keindahan ciptaan Tuhan. Namun, tidak sedikit pula para pendaki yang memutuskan kembali ke Kalimati karena kondisi yang kurang memungkinkan.
Setelah 5 jam 45 menit, tepatnya jam 07.15 WIB dan dengan rasa syukut nikmat Tuhan, kami pun sampai di Puncak Abadi Para Dewa (Puncak Mahameru) di ketinggian 3.676 mdpl. Semua rasa lelah dan letih terbayarkan dengan rasa syukur. “Sungguh nikmat mana yang kau dustakan?” Dengan pengorbanan fisik dan mental selama beberapa hari pendakian, sungguh nikmat di Puncak Mahameru-lah semuanya akan terbayarkan.
Batasan jam di Puncak yaitu maksimal jam 10.00 WIB. Hal tersebut mengantisipasi bahaya wedus gembel yang dikeluarkan dari Kawah Kalijonggrang yang disinyalir akan mengarah ke Puncak Mahameru pada siang hari. Wedus gembel yang dikeluarkannya mengandung belerang yang sangat kuat dan dapat membahayakan keselamatan para pendaki. Oleh karena itu, kami turun dari Puncak sekitar jam 8.30 dan sampai di Kalimati jam 10.30, sekitar 2 jam perjalanan turun.
Jam 13.00 WIB persiapan menuju ke Danau Ranu Kumbolo dan tepat jam 14.00 WIB mulai perjalanan kembali menuju Danau Ranu Kumbolo. Perjalanan kembali terasa lebih ringan karena beberapa beban logistic sudah berkurang. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Danau Ranu Kumbolo. Tepat jam 16.00 WIB, kami pun segera mencari spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dan segera mendirikan tenda.

TIM HORE was our name. No Big Deal!!


24 Agustus 2017
                Jam 05.00 WIB persiapan untuk menyaksikan sunrise. Dengan rasa dingin yang menggoda kami untuk kembali sembunyi ke tenda, kami pun jalan-jalan di sekitar danau untuk mengurangi rasa dingin. Detik-detik menjelang sunrise pun tiba, tidak sedikit para pendaki yang mengabadikan momen di Danau Ranukumbolo yang terkenal keindahannya. Beberapa produser televise pun terpesona dengan Ranu Kumbolo yang dijadikan sebagai setting tempat pembuatan film. Oleh karena itu, tidak sedikit orang awam yang penasaran dan mencoba kemping di sekitar Danau Ranu Kumbolo.
Setelah 3 hari 3 malan di area Gunung Semeru, kami pun bergegas persiapan kembali menuju ke basecamp. Jam 11.00 WIB, kami mulai perjalanan dari Danau Ranu Kumbolo menuju basecamp Ranupane. Setelah sekitar 3 jam 30 menit, tepatnya jam 14.30 WIB, kami pun sampai di basecamp Ranupane. Istirahat sejenak sembari menunggu rekan tim yang masih di belakang, kemudian melapor pada loket registrasi dan menyerahkan sampah yang kami bawa.
Tepat jam 17.00 WIB, kami mulai menuju ke tempat penyedia jeep dan sesampainya di sana jam 17.00 WIB. Kami pun berpisah satu sama lain kembali ke daerah masing-masing. Ibarat pepatah “Tiada pertemuan tanpa perpisahan”, kami pun membawa pulang kenangan indah saat bersama dan hanya “Terima Kasih” yang bisa kami ucapkan satu sama lain. Salam Rimba!!

These people came from Yogyakarta and Surakarta




Pendakian Tektok Gunung Merapi 2.930 mdpl

The best part that i got there.

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Pulau Jawa. Erupsi terakhir pada tahun 2010. Gunung yang terletak di antara Provinsi D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut juga merupakan objek pendakian yang popular bagi kalangan pendaki. Selain pesonanya yang indah, jalur pendakian pun tidak terlalu terjal. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara yaitu Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pendakian melalui Selo bisa ditempuh dengan waktu sekitar 4 sampai 5 jam dari basecamp ke puncak. Dikutip dari id.wikipeddia.org
Pendakian kali ini cukup spesial karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Berkaca dari tahun sebelumnya, pendakian pada saat Hari Kemerdekaan RI pasti sangat ramai dan resikonya adalah berebut tempat mendirikan tenda. Tanpa berpikir panjang, rekan saya mengajak untuk melakukan pendakian tektok Gunung Merapi. Secara harfiah, yang dikutip dari www.pendaki.info, tektok adalah pergi ke suatu tempat kemudian pulang dalam waktu satu hari. Dalam pengertian pendakian yaitu melakukan pendakian dari basecamp sampai kepuncak dan kemudian dilanjutkan turun dari puncak ke basecamp dalam waktu 24 jam.
Saya pun tertarik mengingat pendakian Gunung Merapi tidak cukup terjal serta waktu yang dibutuhkan dari basecamp menuju ke Pasar Bubrah sekitar 4-5 jam. Tepatnya tanggal 16 Agustus 2017, kami (Atok, Nasir, Dewi, Andri, dan Adi) berangkat dari Jogja jam 18.30 WIB menuju Selo. Sesampainya di basecamp Selo jam 20.30 WIB. Kami pun segera menuju loket registrasi pendakian dan ternyata memang benar dugaan kami yaitu cukup ramai dan kendaraan bermotor pun sampai tumpeh-tumpeh di parkiran. Sembari istirahat sejenak menunggu jam 12.00 WIB, kami segera prepare perlengkapan hangat mengingat pendakian di malam hari cukup mengganggu selera humor kami. Kami pun tidak lupa membawa peralatan kelompok dengan lengkap kecuali tenda.

Mount Merbabu always be my fav background.
Tepat jam 12.00 kami segera mulai pendakian tektok dan sekitar 1 jam kami sampai di Pos Gerbang Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Setelah sekitar 40 menit kemudian, kami sampai di Pos 1. Perjalanan tidak terasa melelahkan karena tidak sedikit pendaki yang ingin sampai Pasar Bubrah dan mengibarkan bendera Sang Merah-Putih. Kami pun dengan semangat melanjutkan perjalanan di tengah dinginnya angin. Sekitar jam 05.00 WIB kami sampai di Pasar Bubrah. Menghangatkan diri sembari menunggu sang mentari unjuk gigi, kami pun membuat minuman hangat.

For the waving flag in the sky. Long life Indonesia!!
Sekitar jam 07.00 WIB kami pun turut bergabung dalam upacara pengibaran Sang Merah-Putih. Dalam suasana rasa bangga dan rasa syukur atas kesempatan kemerdekaan ini, kami melantunkan lagu nasional Indonesia Raya. Pengorbanan fisik dan mental selama pendakian pun terbayarkan saat berdiri dengan hormat di depan Sang Merah-Putih. Setelah upacara usai sekitar jam 07.30 WIB, kami segera turun menuju basecamp dan sampai di basecamp jam 11.00 WIB.


Thursday, August 10, 2017

Bakti Sosial Mahasiswa HMPG EP UAD di Playen



Sebagai implementasi dari salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Mata Hati yang berlokasi di Grogol, Paliyan, Gunungkidul. Panti tersebut menerima anak-anak yatim piatu yang berjumlah sekitar 40 anak. Program Bakti Sosial dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Pembangunan yang diketuai oleh Hendrik Septiawan. Kegiatan yang berlangsung selama 4-6 Agustus 2017 tersebut terbagi menjadi beberapa program sosial mulai dari Bersih Desa, Kegiatan Bazar, Pertunjukan Drama, Kegiatan TPA, Kegiatan Kerajinan, dan Kegiatan Pendidikan. Pada Kegiatan Pendidikan, saya mendampingi salah satu anak yang mengalami hambatan dalam penglihatan. Saya pun mengajaknya membaca dan menulis Braille. Tidak hanya anak yang belajar Braille, mahasiswa-mahasiswi dari HMPS EP juga turut serta gabung belajar Braille. Alhasil, kami pun saling sharing pengalaman terkait bidang yang digelutinya masing-masing. Meskipun berbeda almamater, saya terkesan akan pengalaman berharga bisa menjadi bagian yang diperlukan dalam pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh Universitas Ahmad Dahlan. 

Sunday, July 23, 2017

Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Yogyakarta

Kantor Imigrasi Yogyakarta
Semakin berkembangnya zaman, semakin kompleks pula tuntutan ke depannya. Seperti halnya paspor, yang dulunya kurang dilirik kebermanfaatannya, sekarang pun menjadi salah satu dokumen yang perlu dimiliki, terutama bagi seseorang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri secara legal. Seperti pengalaman saya yang membuat paspor dengan tujuan sebagai identitas alternatif selain e-KTP dan persiapan kunjungan ke luar negeri di lain hari.

Pembuatan paspor cukup mudah tapi ribet bagi yang belum tau prosedurnya. Pengalaman saya dalam membuat paspor cukup gampang karena sebelumnya saya melakukan persiapan terlebih dahulu. Sebelum masuk ke uraian pengalaman secara detail, ada hal yang perlu dicatat bahwa kita memerlukan KTP asli, KK asli, Akta Kelahiran asli, Surat Rekomendasi atau SK Pengangkatan bagi pekerja, identitas pelajar bagi pelajar, dan materai 6000. Adapun uraian pengalaman saya bisa dijadikan tips buat para pembaca, yaitu sebagai berikut:

Identifikasi Lokasi
Pertama saya menentukan lokasi pembuatan paspor yang terdekat. Berhubung tempat kerja saya di Gunungkidul, saya langsung menentukan lokasi di Kantor Imigrasi Yogyakarta. Kemudian saya langsung mengunjungi website resminya, imigrasijogja.org, saya langsung baca alamat, persyaratan dan prosedurnya. Namun, hal tersebut kurang cukup informasi, sehingga saya mencoba browsing terkait pengalaman orang lain dalam membuat paspor di Kantor Imigrasi Yogyakarta. Setelah membaca beberapa pengalaman orang lain, saya mendapat informasi terkait lokasi pintu masuk, area parkir, kursi tunggu, dan pintu keluar. Pengalaman saya, saya datang dari arah Kota Jogja menuju ke timur melalui Jl Solo, lokasi kantor imigrasi berada di Jl Solo tersebut namun ada di sebelah selatan jalan, sehingga saya perlu putar balik. Putar balik yang bisa dilakukan yaitu pertigaan dekat pintu masuk bandara Adisutjipto, saya tidak langsung putar balik di pertigaan tersebut karena ada rambu-rambu “dilarang putar balik langsung”, jadi saya belok ke kanan menuju ke pintu masuk bandara, kemudian langsung putar balik menuju kantor imigrasi. Pintu masuknya berada di bagian timur, kemudian langsung parkir di basement untuk kendaraan roda dua, bagi yang menggunakan roda empat bisa parkir di halaman depan kantor. Sesampainya di parkiran, tidak ada petugas yang memberikan karcis, mungkin saya terlalu pagi datangnya sekitar jam 6 pagi. Dan langsung bergegas menuju ke kursi antrian.

Pengambilan Nomor Antrian
Pengambilan nomor antri dibuka jam 07.30 pagi, namun para pemohon sudah banyak yang antri sebelum jam tersebut. Pengalaman saya, setelah parkir, jam 6.15 pagi saya menuju ke kursi antrian yang disediakan oleh kantor imigrasi. Pada kursi tersebut tertera nomor urut, jadi siapa yang datang lebih awal dapat memilih nomer antrian lebih bebas. Setelah duduk di kursi antrian, saya pun harus menunggu sampai pengambilan nomor dibuka jam 07.30 pagi. Pada saat saya duduk di nomer antri yaitu nomer 78 dan mendapatkan nomer antri pendaftaran 56. Mengapa? Hal tersebut karena beberapa pemohon di depan saya (pembuat paspor) kurang lengkap dokumennya dan beberapa pemohon dibedakan antara yang membuat baru dan memperpanjang atau mengganti paspor. Jadi sebelum mendapatkan nomor antri, berkas asli akan dicek oleh petugas dan apabila memenuhi persyaratan maka akan diberi nomer antri sekaligus map dan formulir pendaftarannya. Bagi pembuat paspor baru akan mendapat antrian dengan huruf A, sedangkan bagi pemohon yang akan memperpanjang atau mengganti paspor mendapat nomor antrian dengan huruf B. Sabar ya, antrian cukup panjang.
Sembari menunggu panggilan nomor, saya mengisi formulir pendaftaran pembuatan paspor baru sebanyak dua rangkap. Contoh pengisiannya suda ada di meja, jadi segeralah menuju ke meja dan isikan sesuai dengan contohnya. Alat tulis dan lem juga sudah disediakan dengan gratis. Lem? Jadi para pemohon perlu membawa materai 6.000 untuk dibubuhkan di surat pernyataan. Jangan lupa foto kopi persyaratan. Foto kopi dokumen yang diperlukan yaitu satu rangkap dari masing-masing KK, KTP, dan Akta Kelahiran atau Ijasah, dan Surat Keterangan Pelajar/Mahasiswa dan bagi yang sudah kerja membuktikannya dengan SK Pengangkatan atau Surat Rekomendasi dari atasan. Kemudian formulir dan foto kopian dimasukkan ke map. Sembari menunggu nomer dipanggil, kita bisa memanfaatkan wifi gratis.

Validasi berkas
Setelah nomer dipanggil, langsung menuju loket yang ditentukan dan duduk dikursi yang disediakan, kemudian menyerahkan berkas yang ada di map dan menunjukkan berkas yang asli. Setelah itu, tunggulah untuk antri wawancara dan sesi foto. Jangan lupa untuk mengajak bicara ke petugasnya untuk mengurangi rasa bosan. Dalam sesi ini sekitar 5-10 menit.

Wawancara dan sesi foto
Inilah tahap yang ditunggu-tunggu setelah mengantri beberapa jam, pada sesi ini pemohon akan diwawancarai terkait tujuan pembuatan paspor dan identitas yang tertera di berkas. Setelah diwawancarai, pemohon akan difoto. Peran pemohon yang talk-active sangat diperlukan untuk mengurangi pertanyaan dari petugas. Pengalaman saya, saya mengajak petugas terkait pekerjaan saya, yaitu sebagai guru di SLB. Cukup menjadi poin plus, saya cerita panjang lebar mengenai suka dan duka di SLB, kemudian saya tanya balik mengenai pengalaman petugas tentang SLB, dan alhasil petugas pun cerita panjang lebar mengenai anaknya yang susah diatur. Sesi wawancara pun tak terasa diwawancarai namun sharing pengalaman. Setelah sesi ini selesai dengan waktu 10-15 menit, pemohon akan mendapatkan bukti (kertas) resi pembayaran.

Pembayaran
Pembayaran tidak bisa dibayarkan secara tunai di kantor imigrasi. Pemohon dapat membayar resi tersebut di bank. Pembayaran sebaiknya dilakukan pada hari tersebut, karena pencetakan paspor tergantung pada pembayaran yang dilakukan. Proses pencetakan untuk paspor baru membutuhkan waktu 5 hari kerja dan 3 hari kerja untuk penggantian paspor. Jadi bagi yang membutuhkan paspor sebaiknya jangan membuat mendadak karena antisipasi kalau berkasnya ditolak atau antrian yang panjang.

Sekian pengalaman saya mengenai pembuatan paspor di kantor imigrasi Yogyakarta. Semoga dapat menambah referensi para pembaca yang akan membuat paspor. Salam membaca!




Mural di SLB Puspa Melati, Gunungkidul

Siswa terlibat dalam kegiatan muraldi dinding SLB
Kesenian tidak bisa ditafsirkan hanya melalui satu pengertian saja, seperti halnya menggambar. Menggambar pun masih punya cabangnya, salah satunya yaitu mural. Mural adalah seni gambar yang dilukiskan atau diaplikasikan secara langsung pada dinding, langit-langit, atau permukaan permanen. Yang membedakan dari seni lainnya yaitu bahwa elemen-elemen arsitektural dari ruang gambar dapat menyatu secara harmonis, sehingga dalam pengerjaan mural membutuhkan konsentrasi dan ketelitian yang tinggi.
Kegiatan menghias nama siswa di GOR
Sabtu, 22 Juli 2017, beberapa penggiat mural dari Jogja bermaksud mengajak siswa-siswa SLB Puspa Melati untuk berlatih mural. Digawangi oleh mas Oka dan kawan-kawan yang berjumlah lima orang, para siswa melakukan pemanasan dengan menulis nama masing-masing dan menghiasnya dengan pensil warna. Siswa yang belum bisa menulis pun didampingi oleh guru-guru SLB Puspa Melati. Kreasi yang dibuat sesuai dengan kesukaan siswa, mulai dari blok satu warna, multi-warna, dan sampai yang hanya corat-coret dengan berbagai warna. Semuanya mendapat apresiasi atas karyanya masing-masing. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi mereka karena sebelumnya mereka belum pernah melibatkan siswa SLB dalam karyanya. Kemudian langsung ke acara inti yaitu mural. Dalam pengerjaan mural, tidak semua siswa terlibat, karena ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti keamanan dan bahaya cat semprot. Pada sesi ini, hanya beberapa siswa yang terlibat. Untuk mengurangi resiko bahaya cat semprot, para siswa menggunakan masker dan sarung tangan. Sedangkan keterlibatannya pun dibatasi pada tahap dasar saja, untuk proses penyelesaiannya dilakukan oleh mas Oka dan kawan-kawan. Proses pengerjaan mural membutuhkan waktu yang tidak sedikit, harus membuat pola dasar, kemudian membuat pola yang diinginkan dan pengecekan ulang. Siswa sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Apalagi hal ini termasuk baru bagi siswa, sehingga siswa dengan semangat dengan keterlibatannya. Dengan sentuhan akhir dari mas Oka dan kawannya, hasil mural di dinding SLB Puspa Melati tampak berseni dan hidup.

Wednesday, May 17, 2017

Membuat SKCK di Polres Kebumen

SKCK has done.

Dewasa ini, untuk melamar pekerjaan, mendaftar beasiswa, dan sebagainya, telah banyak mempersyaratkan SKCK sebagai salah satu syarat wajib. SKCK bisa dibuat manual atau online, tetapi saya memilih manual yang lebih jelas bertanya kalau bingung. Itulah tuntutan, semakin maju perkembangan jaman, semakin besar pula tuntutannya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman terkait pembuatan SKCK. Saya membuat SKCK di Kabupaten Kebumen. Proses pembuatannya pun cukup menguras waktu dan tenaga, apalagi yang belum punya rumus sidik jari, prosesnya bakal lebih dari satu hari karena banyak yang mengantri. Yang perlu dan utama diperhatikan adalah syarat-syarat pembuatan SKCK harus dilengkapi. Berikut syarat-syaratnya:

Syarat:
Rumus Sidik Jari
FC KTP (2 lbr)
FC KK (2 lbr)
FC Akte (2 lbr)
Surat Pengantar dari Desa yg dittd Kecamatan
Surat Pengantar Polsek
Pas Foto Background Merah 4x6 (2 lbr)

Pastikan anda pernah membuat rumus sidik jari, kalau belum anda harus membuatnya di polres. Antrian untuk membuat rumus sidik jari cukup memakan waktu, bisa satu hari, jadi buat para pembaca yang ingin membuat SKCK jangan mendadak. Persyaratannya FC KTP sebanyak 1 lembar. Tanpa biaya adminstrasi.

Surat Pengantar dari Desa dapat didapat dari kantor balai desa setempat. Hanya menunjukkan KK atau KTP asli. Kemudia dittd oleh kecamatan setempat dengan membawa FC KTP, KK, dan Akte sebanyak 1 lembar, serta mengumpulkan pas foto (background bebas) 4x6 sebanyak 1 lembar. Tanpa biaya administrasi.

Surat pengantar dari Polisi Sektor (Polsek) bisa didapatkan dengan syarat FC surat pengantar desa yg dittd oleh kecamatan, FC KK, FC KTP, dan FC Akte yang masing-masing sebanyak satu lembar, serta pas foto background merah sebanyak 2 lembar. Tunggulah beberapa saat, prosesnya cukup singkat.


Setelah menyiapkan berkas di atas, saya menuju ke loket dan mengisi formulir identitas, kemudian menyerahkan semua berkasnya. Setelah itu, saya menunggu sekitar 3 jam sampai dipanggil. Setelah dipanggil SKCK sudah jadi dan siap digunakan. Biaya administrasi Rp30.000 dan legalisir FC SKCK Rp5.000.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba :))

Monday, May 15, 2017

Pengalaman Membuat SKBN, SK Sehat Rohani, dan SK Sehat Jasmani (RSUD Jogja)

 
Nomer Antrian 213
Dewasa ini, sudah banyak instansi yang mempersyaratkan adanya Surat Keterangan Bebas Napza (SKBN), Surat Keterangan Sehat Rohani (SKSR), dan Surat Keterangan Sehat Jasmani (SKSJ). SKBN merupakan surat keterangan yang membuktikan bawah yang bersangkutan benar-benar dalam kondisi bebas dari pengaruh Napza dan dibuktikan dengan hasil laboratorium oleh laboran. SKSR merupakan surat keterangan yang membuktikan bahwa yang bersangkutan dalam kondisi sehat rohani, tidak mengalami keabnormalan pada jiwanya, dan dibuktikan dengan hasil analisis kuesioner oleh psikiater. Sedangkan SKSJ merupakan surat keterangan yang membuktikan bahwa yang bersangkutan dalam kondisi sehat rohani yang dibuktikan dengan hasil tes kesehatan yang meliputi cek tekanan darah, berat badan, tinggi badan, detak jantung, dan sebagainya. Ketiga SK tersebut dapat kita urus di Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah tertentu.
Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman saat saya membuat ketiga SK tersebut. Saya memilih RSUD Jogja yang beralamat di Jalan Wirosaban No.1 Yogyakarta 55162. Adapun cara membuat ketiga SK tersebut berdasarkan pengalaman saya adalah sebagai berikut:
1.    Ambillah nomer antri di pintu bagian timur RSUD jogja. Bagi yang belum pernah periksa, mintalah formulir pendaftaran pasien di penjaga sekitar tempat pengambilan nomer antri, kemudian isikan sesuai data yang ada di KTP. Pengalaman saya, datanglah sedini mungkin karena pengambilan nomer antri sudah mulai dibuka mulai jam 5. Saya datang jam 7 pagi dan mendapatkan nomer antri 213.
2.    Tunggulah sampai nomer antrian dipanggil di tempat antri pasien. Saat dipanggil, kita menuju loket yang disediakan dan pertugas akan menanyakan terkait layanan yang kita butuhkan. Cerita saya, saya membutuhkan SKBN, SKSR, dan SKSJ, kemudian petugas memberikan kartu antri di Klinik Medical Check Up (untuk membuat SKSJ) dan Klinik Jiwa (untuk membuat SKBN dan SKSR).
3.    Setelah mendapat kartu antri di klinik, lanjutkan menuju klinik Medical Check Up yang terletak di sekitar tempat pengambilan nomer antri. Di sini, saya langsung menyerahkan nomer antrian dan menunggu sampai dipanggil. Setelah dipanggil, saya mengisi data identitas dan keperluannya, kemudian dicek tekanan darah oleh petugas dan diberi pertanyaan terkait kesehatan oleh dokter. Kemudian bayar tagihannya di loket pembayaran yang berada di sebelah selatan ruang tunggu. Setelah membayar, kita dapat menunjukkan bukti pembayaran kepada petugas klinik medical check up dan kita bisa mendapatkan SKSJ. Biaya pembuatan SKSJ yaitu Rp17.500.
Bukti Pembayaran Medical Check Up
4.    Setelah SKSJ ditangan, lanjutkan perjalanan menuju ke Klinik Jiwa. Di Klinik Jiwa, saya langsung menyerahkan kartu antri dan menunggu sampai dipanggil. Setelah dipanggil, saya mengisi data sesuai KTP dan keperluannya. Di sini, saya mendapat resep untuk ke instalansi farmasi, surat rujuk ke laboratorium, kuesioner mengenai napza, dan kuesioner mengenai kejiwaan. Resep untuk ke instalansi farmasi, surat rujuk ke laboratorium, dan kuesioner mengenai napza digunakan untuk membuat SKBN, sedangkan kuesioner mengenai kejiwaan digunakan untuk membuat SKSJ. Setelah itu, saya langsung menuju ke instansi farmasi yang terletak di ujung utara dari tempat antri pasien (No.2). Di instalasi farmasi, saya langsung menyodorkan resepnya dan tunggu sampai dipanggil. Setelah dipanggil, saya mendapatkan rincian biaya yang harus dibayar. Kemudian saya menuju loket pembayaran, menyerahkan rinciannya dan menunggu sampai dipanggil oleh petugas. Di sini, rincian biaya laboran dan biaya klinik jiwa akan langsung muncul secara otomatis, sehingga tagihan yang dibayar tidak hanya rincian instalasi farmasi saja. Biaya yang harus dibayar antara lain: resep instalasi farmasi Rp42.240, biaya uji laboratorium Rp27.000, biaya klinik jiwa Rp47.500. Total yang dibayar untuk membuat SKBN dan SKSR yaitu Rp116.740.
Woodworth's Questioner
5.    Setelah mendapatkan bukti pembayaran dari loket pembayaran, lanjutkan menuju instalasi farmasi. Saya hanya perlu menunjukkan bukti pembayaran, kemudian saya diberi barang (Amphetamin Right Sign dan Marijuana Strip Right Sign) dari petugas. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke laboratorium yang letaknya berdekatan dengan instalasi farmasi.
6.    Di laboratorium, serahkan surat rujuk ke laboratorium (No.4) beserta barang (Amphetamin Right Sign dan Marijuana Strip Right Sign) ke petugas. Kemudian tubggulah sampai dipanggil. Setelah dipanggil, saya langsung diberi botol untuk menampung urine, kemudian menyerahkan kembali, dan tunggulah sekitar 60 menit sampai hasil laboratorium selesai. Selama menunggu, saya mengisi kuesioner mengenai napza dan kuesioner mengenai kejiwaan. Kuesioner mengenai napza menanyakan terkait alcohol dan psiktropika yang berjumlah 20 soal pilihan “YA” dan “TIDAK”, sedangkan kuesioner mengenai kejiwaan berdasarkan pada kuesioner Woodworth’s Questioner yang berjumlah 75 soal pilihan “YA” dan “TIDAK”. Pastikan semua kuesioner sudah terisi semua.
Hasil Laboratorium
7.    Setelah hasil laboratorium selesai, petugas akan memanggil nama pasien. Setelah itu, lanjutkan perjalanan menuju ke Klinik Jiwa. Di Klinik Jiwa, saya menyerahkan semua kuesioner yang sudah terisi, hasil laboratorium, dan bukti pembayaran klinik jiwa, kemudian saya menunggu untuk dipanggil. Di Klinik jIWA membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengantri, sekitar 60 menit kemudian saya dipanggil. Saya mendapatkan SKBN dan SKSR. Alhamdulillah sudah selesai, saya sudah mendapatkan SKSJ, SKSR, dan SKBN yang membutuhkan waktu sekitar 5 jam, dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang.
SKSR
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat ketiga SK tersebut, tentunya untuk mendukung kelancaran prosesnya, antara lain:
1.    Pilihlah tempat Puskesmas atau RSUD yang benar-benar menyediakan layanan pembuatan ketiga SK tersebut. Mengingat karena beberapa Puskesmas dan RSUD tidak melayani pembuatan ketiga SK tersebut. Bagaimana caranya? Kita dapat mengakses website resmi instansi tersebut, kemudian cek jenis pelayanannya. Apabila kurang jelas, kita bisa menghubungi pihak layanan pasien dari instansi tersebut melalui telepon atau email untuk menanyakan tentang layanan pembuatan SK yang diinginkan.
2.    Carilah informasi dari pengalaman orang lain yang sudah pernah melakukan pembuatan ketiga SK tersebut melalui tatap muka, telepon, atau dunia maya. Hal tersebut sangat baik untuk mengetahui persiapan yang perlu disediakan, mengetahui informasi alur atau prosesnya, dan tentu rincian biaya yang dikeluarkannya.
3.    Lokalisasi tempat-tempat penting, seperti tempat pengambilan nomer antri, tempat tunggu pasien, loket pembayaran, klinik yang akan dituju, tempat fotokopi, dan tempat atm. Kita bisa mencari di dunia maya, kalaupun tidak ada kita bisa datang sedini mungkin dan menanyakan ke petugas.
4.    Bawalah persiapan jasmani dan rohani. Persiapan jasmani tentu kita harus benar-benar dalam kondisi sehat mengingat kita akan membuat SKSJ, dan persiapan rohani juga perlu diperhatikan karena proses dan alurnya membutuhkan waktu yang panjang, jadi bersabarlah. Terlebih, bawalah bekal makanan/minuman dan bahan bacaan yang berguna sembari menunggu waktu luang pada saat mengantri, atau mengajak berbicara dengan sesama pasien.


Demikian pengalaman saya, semoga dapat membantu dan menambah wawasan para pembaca. Selamat mencoba dan semoga diberikan kelancaran. Aamiin YRA.

Saturday, May 13, 2017

Perjalanan Lombok – Jogja

Bandara Internasional Lombok, NTB.

Travelling ke Lombok tentu hal yang mengasyikkan ya, entah itu mau ke Gili-gilinya, Kota Mataramnya, atau ke Gunung Rinjaninya, itu suatu hal yang pasti terbesit di benak para pembaca. Seperti cerita singkat saya, saya melakukan perjalanan ke Lombok dengan budget perjalanan yang pas-pasan. Jadi untuk menghemat pengeluaran dan mengalokasikan ke pengeluaran yang lain adalah solusi yang tidak terlalu buruk. Perjalanan kali ini yaitu dari Lombok menuju ke Jogja pada 28 April 2017. Perjalanan terbagi menjadi tiga perjalanan, yaitu Bandara Internasional Lombok (Lombok) ke Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Juanda (Surabaya) ke Terminal Purabaya (Surabaya), dan Terminal Purabaya (Surabaya) ke Terminal Giwangan (Yogyakarta). Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

Bandara Internasional Lombok (Lombok) ke Bandara Juanda (Surabaya)
Sebelumnya, jauh hari saya dan teman saya (Mba Uut, yang ternyata satu almamater) sudah melakukan booking. Harga tiketnya Rp383.000 untuk kelas ekonomi. Kemudian check in di bandara jam 17.00 WITA, dan dilanjutkan ishoma serta nunggu penerbangan Lombok ke Surabaya di Terminal 2. Jam 18.55 WITA pesawat take off. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Surabaya. Sampai di Bandara Juanda jam 19.10 WIB. Ada pergantian format jam dari WITA ke WIB.

Bandara Juanda (Surabaya) ke Terminal Purabaya (Surabaya)
Sampai Bandara Juanda jam 19.10 WIB langsung menuju pintu keluar dan straight pada satu tujuan yaitu mencari Bis Damri yang didominasi warna biru. Kenapa kita harus straight? Karena banyak calo-calo biro perjalanan yang nantinya akan membengkakkan pengeluaran kita dari harga realnya. Cukup dengan Bis Damri, kita hanya merogoh kocek sekitar Rp25.000 untuk sampai di Terminal Purabaya. Perjalanannya pun cukup singkat sekitar 30 menit.

Terminal Purabaya (Surabaya) ke Terminal Giwangan (Yogyakarta).
Jam 20.15 WIB sampai di Terminal Purabaya, kita harus waspada dengan bujukan-bujukan calo biro perjalanan, cukup straight menuju lantai 2 dari bangunan terminal. Di sana terdapat petunjuk dari berbagai jalur perjalanan. Kita perlu mencermati, dan tentukan jalur tujuannya. Tujuan menuju Terminal Giwangan menggunakan jalur 11 dan mengantri naik bis ekonomi AC. Biayanya juga cukup ekonomis yaitu Rp.57.500 per orang. Perjalanan dimulai jam 20.30 WIB dan sampai di Terminal Giwangan jam 5 WIB. Perjalannya sekitar 8 jam.
Demikian cerita singkat saya, apapun perjalanan kalian, darat, laut, atau udara, pasti mempunyai keuntungan dan kelebihan, terlebih perjalanan adalah suatu hal menyenangkan. Semoga bermanfaat dan salam travelling!!


Perjalanan Jogja – Lombok

It's time to travelling. Loc: St. Lempuyangan.

Perjalanan dari Jogja menuju ke Lombok bisa diakses melalui jalur darat, laut, dan udara. Pada jalur darat kita bisa menggunakan berbagai kendaran darat seperti bis, kereta, travel, motor, dan mobil. Pada jalur laut tentu kita membutuhkan sejenis kapal ferry untuk menyeberang. Dan pada jalur udara kita bisa menggunakan pesawat. Pilihan tersebut tentu tidak lepas dari biaya perjalanan dan jalur udara merupakan jalur tercepat dan efektif untuk sampai ke tempat tujuan. Namun, beberapa pengguna jasa tersebut juga ada yang mengakses jalur darat dan laut yang lebih ekonomis dan tentunya menguras waktu di perjalanan. Pada kesempatan ini, cerita saya memilih perjalanan darat dan laut untuk menuju ke Lombok pada 23 April 2017. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

Stasiun Lempuyangan (Jogja) – Stasiun Banyuwangi Baru (Banyuwangi)
Jam 06.50 WIB berangkat dari St. Lempuyangan dan sampai di St. Banyuwangi Baru jam 21.00 WIB. Kereta yang digunakan yaitu Sri Tanjung kelas ekonomi. Biaya tiket cukup terjangkau sekitar Rp98.000. Di St. Gubeng (Surabaya), kereta berhenti cukup lama sekitar 15 menit dan waktu bisa dimanfaat buat beli nasi bungkus di sekitar stasiun (karena mengingat harga makanan di dalam kereta yang eksekutif). Sesampainya di St. Banyuwangi Baru, posisi Pelabuhan Ketapang tidak jauh, kita bisa menuju ke pelabuhan dengan jalan kaki selama sekitar 15 menit dari gerbang stasiun.

Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) – Pelabuhan Gilimanuk (Bali)
Jam 1.30 WIB dini hari start dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan biaya tiket penyeberangan sebesar Rp6.000 dengan menunjukkan kartu identitas (KTP). Penyeberangan membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Dan perhatikan waktunya, perubahan WIB ke WITA sudah berlaku di Pelabuhan Gilimanuk. 1 jam lebih cepat. Jadi sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk jam 2.30 WITA dini hari. Dari Pelabuhan Gilimanuk langsung menuju terminal bis di luar pelabuhan, bisa ditempuh jalan kaki sekitar 10 menit.

Pelabuhan Padang Bay (Bali)

Pelabuhan Gilimanuk (Bali) – Pelabuhan Padang Bay (Bali)
Dari Pelabuhan Gilimanuk, kita menggunakan bis ekonomi yang langsung menuju ke Pelabuhan Padang Bay. Kalo bingung bisa tanya orang sekitar. Biaya yang keluar untuk sampai ke Pelabuhan Padang Bay yaitu Rp60.000. Perjalanan lumayan memakan waktu yang lama yaitu sekitar 5 jam, mulai dari jam 3.15 WITA sampai jam 8 WITA. Sesampainya di Padang Bay, kita bisa langsung memesan tiket penyeberangan.

Pelabuhan Lembar (Lombok)

Pelabuhan Padang Bay (Bali) – Pelabuhan Lembar (Lombok)
Setelah memesan tiket penyeberangan, kita membayar Rp40.000 dan akan mendapat kartu penyebrangan (tiket). Kartu penyeberangan diserahkan ke petugas sesaat sebelum menaiki kapal. Perjalanan dari Pelabuhan Padang Bay menuju ke Pelabuhan Lembar cukup memakan waktu yaitu sekitar 6 jam. Cerita saya, kapal start jam 9 WITA dan sampai di Pelabuhan Lembar jam 15.30 WITA. Selama penyeberangan, kita bisa menikmati lautan yang luas dan kita juga bisa melihat beberapa hewan air (lumba-lumba) yang dapat memanjakan dan menghilangkan rasa penat.


Demikian cerita singkat saya, apapun perjalanan kalian, darat, laut, atau udara, pasti mempunyai keuntungan dan kelebihan, terlebih perjalanan adalah suatu hal menyenangkan. Semoga bermanfaat dan salam travelling!!