Per Ardua Ad Astra

Wednesday, June 29, 2016

Misteri Skripsiku Part 3


Hargai Proses

Hari demi hari, semester 7 berakhir pada bulan Desember 2015, secara tidak langsung gue diingatkan untuk segera menghadap ke dosen pembimbing skripsi gue. Akhirnya setelah pada semester 7 gue mendapatkan banyak saran dari mata kuliah Seminar Proposal PLB, gue mulai berani maju secara mandiri untuk mengajukan Bab I terlebih dahulu. Dengan perasaan ­dag-dig-dug, apakah ini gejala jatuh cinta? Hehe. Gue lawan segala kekhawatiran mengenai ucapan-ucapan bullshit yang mengatakan beliau angker dan sebagainya. Gue langsung bertemu beliau dan menyampaikan maksud dan tujuan gue datang “selamat siang ibu, saya Adi Suseno, mahasiswa bimbingan ibu, saya ingin berkonsultasi mengenai proposal skripsi saya.” dan yap “tinggal saja proposalnya” kata beliau. Oh, it was just like that, even I hadn’t spoken anything about my thesis to her. I wanted to talk too much about thesis that I couldn’t understand. Okay, I kept on thinking positively, maybe she was in hurry or busy. “Don’t worry about that, at least you’ve tried to meet her” I told myself.

Happy New Year, everyone!

Di tahun 2016, resolusi terbesarku adalah lulus segera dari almamater tercinta, Universitas Negeri Yogyakarta, targetnya adalah wisuda bulan Mei 2016, kemudian lanjut fokus ke LPDP dengan mempersiapkan salah satu persyaratan yang super yaitu mengambil intensive class of Ielts or Toefl ITP selama 3 bulan dengan target pencapaian skor Ielts sebesar 6.5 untuk setiap band atau Toefl ITP sebesar 550 overall. I wanna pursue my master’s degree in special education at Boston University. But, I have to know the result of Ielts or Toefl ITP to decide whether I deserve to get a full scholarship to abroad or not. It depends on the result, isn’t it?
Resolusi tahun 2016 sudah dibuat, langkah pertama harus menaklukan skripsi untuk dapat melanjutkan ke langkah berikutnya. Target penerimaan proposal skripsi yaitu bulan Januari 2016, yang artinya gue harus mengadakan penelitian di bulan Februari 2016, kemudian fokus Bab IV dan V pada bulan Maret 2016, dan ujian sekalian yudisium pada bulan April 2016, wisuda di bulan Mei 2016 pun bisa gue ikuti. What a perfect plan!

A proverb says “You can’t always get what you want.”

Suatu saat, peribahasa di atas memang benar, gue harus sadar bahwa hal terburuknya adalah ngaretnya rencana studi gue, seperti saat milih dosen pembimbing skripsi, gue juga harus mikir dan punya rencana cadangan kalo dosen pembimbing skripsi gue bakal ngga diterima dan dapetnya kembang kuncup cap-cip-cup alias gue harus memasrahkan hidup dan mati gue kepada Tuhan, it’s okay, but as long as I live I will try to set myself up in the better life. Dan bulan Januari sudah mulai memudar dari tanggalnya, yang artinya gue harus menerima kenyataan bahwa proposal gue masih macet di Bab I. Gue menyemangati diri gue sendiri sambil berdoa agar Tuhan segera mengirimkan jodoh buat gue, biar ada yang menyemangati gitu deh. Akhirnya gue tetep optimis, jangan nyerah dan ini tantangan yang sangat menyenangkan bro. Gue pun langsung banting stir, yang penting jangan sampai gulung tikar ya, hehe. Pada awalnya, bulan Mei 2016 adalah target wisuda gue, dan gue ganti menjadi bulan Mei adalah target ujian dan yudisium gue.

“Libur telah tiba, asyikk …. “
“Libur telah tiba, horee ….. “
“Hatiku gembiraa ….. “
(Cuplikan lagu anak-anak oleh Tasya Kamila)

Pertengahan Januari sampai pertengahan Februari 2016 adalah masa libur pergantian semester dari ganjil ke genap. Gue pun ngga mau tau dan ngga peduli tantang libur atau ngga libur selama ngejar skripsi, gue tetep harus ngublek-ublek (Jawa) skripsi gue. Gue punya target, gue harus semangat, dan gue harus kerja, banyak kalimat-kalimat positif yang gue tanam ke diri gue. Liburan akhirnya berakhir, gue baru mulai masuk Bab II dan III dan saatnya konsultasi. Gue tetep semangat revisi bolak-balik dan tetep cermati Bab I, II, dan III biar sinkron dan nyambung satu sama lain, tapi namanya juga manusia, gue kecolongan juga dengan beberapa istilah yang ngga konsisten dan Bab II dan III yang masih mentah lah. Dosen pembimbing skripsi gue memang super, beliau sangat cermat dan detail dalam mengecek proposal gue, bisa dibilang beliau kaya punya indra ke-enam buat urusan jenis penelitian gitu. Beliau juga cukup menuntut untuk memperbaiki, menambah teori, sampai gue juga mengganti total bagian-bagian penting dalam kajian teori. Gue sering ngerasa bahwa gue ngga bisa memenuhi tuntutannya, terlalu berat buat mahasiswa pencari gelar Sarjana, tetep ngga bisa dibandingkan dengan kemampuan Beliau yang mempunyai gelar Doktor (S3). Ngga jarang juga, saat ngambil revisian skripsi dan liat banyak lipatan yang harus diperbaiki, gue langsung pengen makan banyak biar ngga cepet kurus mikir skripsi. Gue yakin bahwa tujuan Beliau memang baik yaitu agar mahasiswanya dapat belajar banyak dari ilmu Beliau, Beliau juga pengen membimbing dengan maksimal sesuai dengan kapasitas mahasiswanya. Beliau pun juga kerja keras biar mahasiswanya pinter, gue pun juga ngga mau kalah sama diri sendiri dan untungnya gue punya temen satu dosen pembimbing skripsi yaitu Melalita dan Meisya.
Sekilas tentang gue, Melalita dan Meisya. Beberapa orang memang sudah tau bahwa kita bertiga sebagai the front fighters, mahasiswa bimbingan Beliau yang sudah paling jauh dalam mengerjakan skripsi untuk angkatan 2012. Proses perjalanan mengerjakan skripsi kita bertiga memang ngga jauh berbeda, apalagi dengan jenis penelitian yang sama yaitu kuasi eksperimen – kami ingin menguji pengaruh suatu media/metode terhadap kemampuan tertentu siswa berkebutuhan khusus. Kami bertiga memang bukan dari satu kelas, kebetulan seperti perwakilan saja, Meisya dari kelas A yang bermodalkan kepintaran, Melalita dari kelas B yang bermodalkan mental, dan gue dari kelas C yang bermodalkan keberuntungan, hehe, tapi yang namanya sudah senasib dan sepenangungan menjadi mahasiswa bimbingan Mrs. Dr. Ishartiwi, M.Pd ya kami sering curhat satu sama lain, saling tanya satu sama lain, dan sampai ngasih saran dan pendapat terhadap skripsi lainnya. Pokonya, mereka sangat membantu dalam mengarungi kisah cintaku terhadap skripsi.
Bulan Maret 2016 masih tetap pada revisi Bab I, II, dan III, serta instrumen penelitian. Selama 2 bulan, gue ngotak-atik proposal skripsi gue sampai mimpi pun gue dikejar-kejar deadline skripsi. Gue juga ngga narget yang terlalu optimis untuk kali ini, target gue adalah wisuda bulan Agustus 2016, kalo itupun belum bisa gue juga harus menerimanya dengan lapang dada. Gue banyakin doa, amal ibadah, dan banyak-banyak nyari referensi biar up-to-date dan gue juga tetep kepo sama perkembangan Melalita dan Meisya.

0 comments:

Post a Comment