Per Ardua Ad Astra

Wednesday, June 29, 2016

Misteri Skripsiku Part 5


Habis Gelap Terbitlah Terang
Gue juga ngga sepenuhnya pasrah dan terlena pada nasib temen-temen gue yang sudah penelitian dan ujian skripsi. Akhir bulan April 2016 mulai juga terlihat tanda-tanda kehidupan semangat kami, the front fighters, yang secara bergantian dalam waktu seminggu mendapatkan kata ACC untuk melakukan penelitian. Saatnya menyalakan api semangat kembali, jangan terpaku pada nasib seseorang yang lebih cemerlang daripada kita. Kita berharga dan kita menghargai proses kita masing-masing.
Bulan Mei 2016, gue mengadakan penelitian di SLB A Yaketunis Yogyakarta dengan subjek penelitian kelas V. Gue ngerasa kangen saat di SLB A Yaketunis dan mengenang masa-masa indah pelaksanaan PPL I dan II juga. Akhirnya, hampir melewati 4 tahun gue belajar di Jogja, gue sudah didekatkan dengan agenda pelepasan Sarjana, yang artinya gue harus harus siap ke rencana selanjutnya, yaitu nyari beasiswa dan mengabdi di sekolah. Fokus ke penelitian, gue mengadakan penelitian selama 1 bulan di SLB A Yaketunis, untung ada temen PPL yang penelitian juga di kelas V, tapi jarang ketemu karena hari pelaksanaan penelitiannya berbeda. It’s okay, at least I was not alone and I could make a farewell address to the special school. It’s time to end up conducting the research.
Bulan Mei 2016, gue juga masih nyambi beberapa kegiatan di luar kampus, seperti Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP), SLB Puspa Melati, dan mengikuti beberapa events tertentu. Ngga ada waktu buat mudik ke kampung halaman, Kebumen, dan cukup mendengar suara si mbok (Jawa: panggilan untuk Ibu) agar selalu mendoakan dari jauh agar anaknya segera menyelesaikan studinya. Waktu buat kepo-kepo the front fighters juga ngga ada selama penelitian dan pasca penelitian. Gue juga harus ngejar Bab IV dan V, dan mereka pun juga pastinya. Finally, Chapter IV and V has done and ready to be consulted by my supervisor, Mrs. Ishartiwi. I wish the best of luck.
Pada awal Juni 2016, gue mencoba menemui Beliau dengan maksud dan tujuan untuk mengkonsultasikan hasil penelitian gue. Hasilnya adalah gue masih revisi Bab IV dan V. Ngga sengaja gue ketemu Melalita saat di depan jurusan PLB, ternyata Melalita sudah 1 langkah lebih maju dari gue, sedangkan Meisya masih disibukkan dengan aktivitasnya di luar kampus sehingga belum mengkonsultasikan hasil penelitiannya. Gue tetep sabar dan gue ngga mau terbakar api cemburu, gue percaya pasti ada waktu yang pas buat ujian gue, gue yakin Beliau juga mempersiapkan masing-masing mahasiswa bimbingannya agar benar-benar siap diuji oleh dosen lain. Jadi, gue harus berpikir positif dan fokus nyari referensi buat skripsi gue biar gue semakin banyak ilmu dan peraya diri pada saat ujian.
Waktunya tiba, seminggu setelah Melalita mendapatkan kata ACC untuk ujian skripsi, gue pun juga kena imbas baiknya. Akhirnya gue dapet kata ACC untuk ujian skripsi. Gue langsung ngurus dan melengkapi berkas-berkas yang perlu dilengkapi termasuk abstrak dan artikel ilmiah. Persiapan buat ujian skripsi juga sudah gue urus. Tepatnya pada tanggal 10 Juni 2016, gue menyerahkan berkas-berkas ujian ke Subbag Pendidikan dan ditetapkan tanggal 22 Juni 2016 jam 10.00 WIB sebagai jadwal ujian skripsi gue.
Gue sempet berpikir sejenak, flashback di saat gue merasa cemburu dan mendambakan ujian skripsi layaknya temen-temen gue dulu. Gue akhirnya merasakan bahwa inilah jalan terbaik gue buat menempuh ujian skripsi dengan proses dan waktu yang gue anggap sebagai rencana indah dari Tuhan, selalu mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan dan selalu berpikir positif dalam mengahadapi situasi di sekitar. Terima kasih Tuhan, setidaknya Engkau selalu memberikan kesempatan kepada hamba-Mu untuk belajar lebih baik dan untuk mendekatkan kepada-Mu.

0 comments:

Post a Comment