Per Ardua Ad Astra

Monday, January 4, 2016

Plan B: Taklukan Snorkeling-mu

i'm worthy under the sea :)) 
Sabtu, 02 Januari 2016, merupakan hari yang menantang dan menguras banyak energi fisik dan psikis. Pertama, saya dari Kebumen berangkat jam 05. 15 pagi dan sampai di Jogja jam 08.00 pagi. Langsung persiapan dan menagih janji ke kontrakan pogung untuk menjemput mereka (yang sudah konfirmasi ikut rencana ini) akan keberangkatan ke Tepus jam 08.30 pagi. Unfortunately, mereka masih tergeletak di kamar masing-masing walaupun sudah diketok beberapa kali, hanya satu dari mereka yang bangun namun kembali ke tempat tidurnya, haha… Berpikir positif bahwa mereka terlalu lelah karena lembur mengerjakan revisi tugas kuliah dan belajar materi ujian semester. Jadi saya putuskan untuk meninggalkan mereka jam 08.50 pagi dan berpikir sejenak bagaimana kelanjutan ceritanya, dan selanjutnya adalah melaksanakan Plan B yaitu saya memberitahu Widodo (yang sudah siap ikut) untuk membatalkan agenda hari ini, dengan alasan terselubung bahwa Plan B adalah agenda saya travelling sendiri dan menginap di asrama SLB sampai hari selanjutnya. Oh ya, rencana awal (Plan A) yaitu agendanya bersama rekan-rekan dari kelas PLB C 2012 dan sudah banyak yang tertarik dengan rencana tersebut, namun mendadak tidak tertarik. Yap, berpikir positif lagi, mungkin karena ada suatu hal (alasan) yang tidak bisa saya posisikan sebagai mereka. Kembali ke cerita Plan B, sorry Wid, saya membatalkan agenda (Plan A) hari ini karena saya akan menggencarkan Plan B, haha… next time all of us will be having a great time to enjoy that event, I think so if we’re still connected then. What the result was I’d taken was my responsibility, I knew the impacts.
Si A masih tidur.
Si B juga masih tidur.
dan Si C masih tidur juga.
Keep straight on dari cerita atas, selanjutnya adalah kembali ke kos yang berada di lantai 2 daerah Karang Malang dan mempersiapkan kembali barang bawaan Plan B, setelah siap dan yakin, saya langsung menuju ke tepus jam 09.10 pagi dengan ditemani kuda besi berwarna merah-putih layaknya bendera Indonesia tercinta. Haha… Di sepanjang perjalanan, banyak kendaraan dan orang-orang berlalu-lalang yang mungkin mempunyai satu tujuan yang sama seperti saya yaitu “belajar rekreasi”. Kenapa belajar? Saya yakin pasti banyak hal baru yang akan mereka dapatkan selama proses rekreasi tersebut, baik menghafal jalan, mengetahui tiket masuk, mengetahui berbagai tempat wisata lain, dan sebagainya, yang saya asumsikan sebagai belajar, karena mereka mengulas kembali memori mereka dan/atau menemukan hal yang baru dari proses rekreasi.

SLB Puspa Melati, Tepus, Gunungkidul.
Cukup dengan 2 jam perjalanan dengan lintas jalan yang berliku-liku, tepatnya jam 10.10 pagi, akhirnya sampai juga di SLB PM tercinta. Dan unfortunately lagi, di SLB PM tidak ada guru atau penjaga asrama – yang biasanya stand by. Akhirnya saya coba contact si pemegang kunci sekolah dan asrama, yaitu penjaga sekolah, dan tanpa berpikir panjang saya langsung mengambil kunci sekolah dan asrama di rumahnya. How an odd luck!! There was nobody here and just myself was like a host. In the long run, I was sleeping in the boarding house of school just waiting for 2 hours later then. Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, akhirnya bergegas persiapan dan menunggu guru-guru SLB PM yang sudah siap on the way to the meeting point (SLB PM). Perkenalkan, guru SLB ada bu Devi, bu Ila, dan bu Mini, mereka semua masih menempuh S1 jurusan BK di UPY. Maklum, hampir seumuran dengan saya, jadi mereka yang sering saya anggap jadi saudara kecil di tempat kerja. Haha…

Pantai Sadranan
Akhirnya kami ber-empat bergegas menuju ke pantai Sadranan dengan tujuan snorkeling sebagai tujuan belajar rekreasi hari ini. Dengan gagahnya mengendarai kuda besi, kami pun melaju dengan percaya diri melawan jalan yang berliku-liku, melewati berbagai tebing, sawah, bukit-bukit karang khas Gunungkidul, dan melewati pos TPR tanpa dosa, free of charge, yang seharusnya bayar retribusi Rp. 10.000 per motor, rahasianya adalah tidak pakai helm, walaupun tidak safety (jangan ditiru!). Maju terus dan sampailah di Pantai Sadranan yang juga seharusnya bayar tiket masuk Rp. 2.000 per motor, kita bebas masuk dengan gaya tersenyum, haha… langsung parkir dan mendarat ke bibir pantai untuk mencari Mas Heru (suami temannnya ibu-ibu guru) yang kebetulan bekerja di sewa peralatan snorkeling, ketemu dan ngobrol basa-basi, kemudian langsung terjun ke pantai peralatan snorkeling jam 02.30 sore. Awalnya butuh adaptasi untuk penyesuaian the outfit dan masuk ke airnya, tentunya didampingi oleh Mas Heru untuk beberapa saat dan kami pun dilepaskan untuk mandiri. Jangan khawatir tenggelam, asal tenang dan gunakan peralatan yang terstandar, pasti aman dan selamat, airnya juga lumayan tenang dan ombak yang tidak terlalu besar membuat jarak aman untuk snorkeling. Jangan sampai ketinggalan untuk sesi menikmati makhluk ciptaan Tuhan yang ada di air, bersyukur bisa menyaksikan pemandangan yang menawan dengan berbagai ikan berwarna-warni, variasi ukuran dan jenis, terumbu karang yang lumayan bagus, serta air laut yang masih jernih, akan memanjakan mata kita dengan selalu berbolak-balik melakukan snorkeling. Jangan khawatir tentang dokumentasi, setiap penyewaan alat snorkeling biasanya menyediakan jasa dokumentasi. Terkait biaya penyewaan, hampir semua tempat penyewaan alat snorkeling berkisar antara Rp. 35.000 sampai Rp. 40.000 per orang termasuk jasa dokumentasi dengan kamera dari tempat penyewaan. Jangan lupa persiapkan kartu memori (tanpa adaptor) untuk menyimpan fotonya, karena setiap penyewaan pasti meminjam kartu memori pribadi. Dan juga, lebih baik rencanakan agenda untuk tidak pada hari sabtu dan minggu, karena terbatasnya pendamping dari tempat penyewaan.
Adi Suseno berfoto sebelum snorkeling.
Setelah jam 05.15 sore dan melakukan berbagai sesi adaptasi, sesi dokumentasi, menjelajah secara mandiri, dan bergegaslah bersih diri dengan biaya Rp. 3.000 per orang. Fortunately, yang jaga kamar mandi adalah isterinya Mas Heru alias temannya ibu-ibu guru, akhirnya ya free of charge lagi, haha… Dan kembali ke Mas Heru dengan niat membayar sewa alat snorkeling, fortunately again (thanks God), we got free of charge again, there was a lot of lucky in our journey. Akhirnya perjalanan sudah cukup dan waktunya kembali ke rumah masing-masing dan saya sendiri memutuskan untuk tinggal di asrama SLB PM dan menuliskan sekilas kisah hidup saya. Inilah Plan B yang saya alami selama belajar rekreasi snorkeling di Pantai Sadranan dan hampir semua free of charge. Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kesempatan dan kesehatan sampai saat ini.



2 comments:

  1. Waaaaa, at I did really want to join. This is kinda activity I always love. But at that time I was in Temanggung. I wondered why you left the group at that time. Is it possibly the answer? Hey Mas AdiS,

    ReplyDelete
  2. don't feel worry, there will be a good time for us to visit it together. just let me know you are having a great time for you and your great friends, it'll make me free of worry :))
    probably yes or probably no, many factors of the occurrence.. ahah

    ReplyDelete