Per Ardua Ad Astra

Monday, November 2, 2015

Kebumen Beriman, Ingatlah!


Foto bersama saat hari H.
“Kebumen Beriman” itulah semboyan untuk kota Kebumen bagi masyarakatnya yang terdiri dari berbagai kepercayaan seperti Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha, Konghucu, dan Hindu. Begitu kompleks dan beraneka ragam seperti semboyan yang tercantum pada pita di kaki burung Garuda, yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”, walaupun berbeda-beda tetap satu juga, Indonesia. Tetapi apa yang membuat berbeda atau spesial bagi saya untuk menulisnya?
Jumat, 9 Oktober 2015, merupakan hari yang panjang dan menantang ditengah ributnya acara pernikahan di rumah sekaligus kedatangan rekan-rekan sejawat dari UNY, Rahman, Widodo, Ana, Dewi, Erlia, Yeni, Rakhma, Fanisa, Farisa, Caca, dan Mei. Tidak mengurangi rasa bersyukur kepada Sang Pencipta, hari tersebut benar-benar tak terlupakan dan penuh rasa terima kasih. Untuk pertama kalinya, sebagian dari mereka berkunjung ke gubuk orang tua saya.

Dokumentasi dari kiri ke kanan;
Dewi, Ana, Rakhma, Erlia, dan Meilani.
Pernikahan? Ya, tentunya bukan pernikahan saya, melainkan kakak kandung perempuan saya, yang dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2015 dan bertempat di rumah tercinta orang tua saya sebagai lokasi pernikahan. Sebelumnya, jauh-jauh hari saya sudah menginfokan ke rekan-rekan saya untuk mampir bersilaturahim dengan keluarga besar saya. Dan pada saat hari itu, mereka menyempatkannya walaupun total waktu yang harus ditempuh untuk pergi-pulang dari UNY Yogyakarta ke Terminal Kebumen sekitar 6 jam. Cukup membuat jok motor panas. Kenapa sampai di Terminal Kebumen? Ya, rumah orang tua saya tidak jauh dari terminal tersebut, hanya membutuhkan waktu antara 5 sampai 10 menit dengan mengendarai sepeda motor dan kecepatan 30 km/jam. Cukup dekatlah! Terminal memang merupakan salah satu spot yang ramai dikunjungi setiap minggu pagi, tentu dengan tujuan untuk berolahraga atau sekedar menonton sepak bola yang biasa digunakan oleh warga sekitar.

Persiapan dari UNY menuju Kebumen.
Kembali lagi ke hari H gaess!! Mereka berangkat dari jogja pukul 08.00 WIB dan sampai di lokasi pernikahan pukul 11.00 WIB dan langsung istirahat setelah menempuh perjalanan darat. Kemudian dilanjutkan acara sesi foto-foto bersama dengan semangat, karena momen yang lumayan jarang difoto sama pak fotografer, hehe. Cukup lama untuk bersuka-ria dan bersilaturahim dengan keluarga besar saya, akhirnya waktu menuntut kami untuk berpisah pada hari itu. Sebelum perjalanan pulang ke Jogja, mereka mampir ke Alun-alun Kebumen, setidaknya mengenal sedikit tempat atau pusat perhatian dari Kebumen, dan tidak lupa langsung buat dokumentasi, hehe. Alun-alun Kebumen masih tergolong terjaga, karena sampah liar tidak terlalu banyak berserakan dan penghijauan di sekitarnya akan membuat mereka yang berkunjung terpikat untuk datang kembali, tetapi harus datang saat atau setelah musim hujan untuk melihat indahnya rumput di tanah lapang yang mengitari satu pohon beringin tersebut berwarna hijau memukau.
Selfie sejenak..

Jalan-jalan di sekitar Alun-alun Kebumen.
Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB, artinya sudah mulai sore dan siap menjelang malam. Tanpa berpikir panjang dan mengingat bahwa perjalanan masih membutuhkan waktu 3 jam untuk kembali ke Jogja, maka dengan bergegas dan rasa bersyukur kami berpisah pada hari itu. Semoga kesempatan dan pengalaman mereka dari “Kebumen Beriman selalu diingat, ingatlah!”, ambilah nilai positifnya, tetap jaga silaturahim, dan buatlah cerita versi kalian masing-masing. Dari saya dan keluarga saya mengucapkan terima kasih atas silaturahimnya dan mengucapkan mohon maaf apabila ada perilaku atau tutur kata yang kurang berkenan selama di Kebumen. Semangat!! I do love all of you, fellas J

3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Pertama kalinya saya menginjakan kaki ditanah Kebumen, memang kotanya kecil tapi kenyamanannya tiada tertandingi penduduknya sangat friendly dgn logat ngapaknya yg kental. Semoga suatu saat Tuhan masih mengizinkan kita untuk datang bersama-sama lagi. Trimakasih mas adi and family :)

    ReplyDelete
  3. haha,, jadi terharu yen aku, pintu kebumen terbuka lebar untuk rekan2ku, pasti ada kesempatan lagi buat jalan-jalan di kebumen, ke rumah orang tua caca atau bayu.. maturnuwun!!

    ReplyDelete