Per Ardua Ad Astra

Monday, June 15, 2015

KONSEP DASAR ORIENTASI DAN MOBILITAS (OM)



a.    Pengertian OM
Orientasi adalah suatu proses penggunaan semua indera yang masih ada untuk menentukan posisi seseorang terhadap benda-benda penting yang ada di sekitarnya. (Lowenfeld dalam Purwanta H.K., 1987: 3). Sedangkan Mobilitas adalah kemampuan untuk bergerak dari satu posisi tetap menuju posisi yang diinginkan di bagian lain dari lingkungan yang sama. (Willian T. Lydon dan M. Loretta Mc. Graw dalam Purwanta H.K., 1987: 4)
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Orientasi  dan Mobilitas (OM) adalah kemampuan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan semua indera yang masih ada untuk menentukan posisi seseorang terhadap benda-benda penting yang ada di sekitarnya, baik secara temporal ataupun spasial.
b.   Keterbatasan Penyandang Tunanetra
Menurut Lowenfeld dalam School (1986: 315), kebutaan mempunyai keterbatasan dasar pada individu antara lain:
1.      Dalam tingkat dan variasi konsep,
2.      Dalam kemampuan menemukan sesuatu, dan
3.      Dalam mengontrol lingkungan dan hubungan dirinya dengan hal itu.
Oleh karena itu seseorang yang menyandang tunanetra membutuhkan pelajaran OM, agar yang bersangkutan dapat mengatasi keterbatasan yang dimilikinya sebagai dampak ketunanetraan yang disandangnya.
c.    Prinsip OM
Prinsip dalam OM adalah bahwa pada akhirnya penyandang tunanetra terlatih untuk selalu bertanya pada dirinya sendiri sebelum bergerak untuk berjalan atau melawat, dengan pertanyaan tentang:
                      Dimana saya berada?
                      Kemana tujuan saya?
                      Bagaimana saya sampai ke sana?
Dari jawaban pertanyaan tersebut, penyandang tunanetra dapat membuat suatu rencana perjalanannya, perlu mengetahui ciri medan dan beberapa petunjuk/landmark yang dapat membantunya.
d.   Tujuan dan Prinsip Pembelajaran OM
Tujuannya adalah agar penyandang tunanetra dapat bergerak sesuai dengan tujuan dalam segala lingkungan dengan aman, efisien, menyenangkan, dan kemandirian. (Hill dan Ponder, 1976). Sedangkan prinsipnya adalah pembelajaran OM dimulai dari apa yang diketahui penyandang tunanetra menuju apa yang belum diketahuinya, dari yang konkrit ke yang abstrak, dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang kompleks, dari lingkungan yang sepi ke lingkungan yang ramai, dan dari lingkungan terdekat menuju ke lingkungan yang lebih luas.
e.    Proses dalam OM
1.      Persepsi yaitu proses asimilasi dari lingkungan yang diperoleh melalui dria-dria yang masih berfungsi seperti pendengaran, pembau, peraba, kinestetik, keseimbangan, dan sisa penglihatan.
2.      Analisis yaitu proses pengorganisasian informasi yang diperoleh ke dalam beberapa kategori berdasarkan ketetapan, keterkaitan, keterlibatan, sumber, jenis, dan intensitas sensorisnya.
3.      Seleksi yaitu proses pemilihan informasi yang telah dianalisis dan dibutuhkan dalam melakukan orientasi dan mobilitas yang dapat menggambarkan situasi lingkungan sekitar.
4.      Perencanaan yaitu proses perencanaan tindakan yang akan dilakukan berdasarkan informasi hasil seleksi sensoris yang sangat relevan untuk menggambarkan situasi lingkungan.
5.      Pelaksanaan yaitu proses melakukan hasil perencanaan dalam suatu tindakan.
f.       Nilai-nilai Pengajaran OM
1.      Secara psikis dapat mengembangkan konsep diri seseorang dalam bergerak secara efisien dan mandiri dalam bermacam-macam lingkungan.
2.      Secara fisik dapat melatih gerakan tubuh dalam proses OM, seperti motoric kasar dan motoric halus.  
3.      Secara social dapat menciptakan kesempatan interaksi social bagi individu dengan orang lain.
4.      Secara ekonomi dapat menciptakan kesempatan berkarya.
5.      Secara kegiatan sehari-hari dapat diatasi dan difasilitasi dengan OM, seperti berbelanja, perjalanan menuju pasar, menenmukan benda jatuh, dan menyapu lantai.
g.      Peristilahan dalam OM
1.      Orientasi adalah proses menggunakan indera-indera yang masih berfungsi untuk menentukan posisi dalam hubungannya dengan objek-objek penting di lingkungannya.
2.      Mobilitas adalah kemampuan untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
3.      Trailing adalah gerakan menggunakan punggung jari untuk menyentuh dengan ringan dalam mengikuti sebuah permukaan datar seperti dinding, meja, dan almari.
4.      Direction taking adalah tindakan menentukan suatu arah objek atau suara yang memungkinkan berjalan menurut garis lurus menuju tujuan.
5.      Direction takers adalah benda-benda dengan garis lurus yang permukaannya jika diteruskan akan memberikan rute perjalanan ke suatu arah atau ke suatu tujuan.
6.      Shore line adalah batas atau tepi kaki jalan/rumput.
7.      Landmark adalah objek, suara, bau, suhu, atau rabaan yang dapat dipakai sebagai petunjuk atau tanda yang mudah dikenal dan mempunyai tempat yang pasti di lingkungan tersebut.
8.      Clue adlah rangsangan suara, bau, suhu, atau rabaan yang mempengaruhi indera dan dapat dipakai untuk menentukan posisi atau arah.
9.      Dominant clue adalah petunjuk yang paling menonjol diantara petunjuk yang lain.
10.  Information point adalah objek yang dikenal yaitu suara, bau, suhu, dan rabaan yang dapat memberi petunjuk dengan lokasi yang tepat di lingkungan yang sudah diketahui.
11.  Busur atau arc adalah pola gerakan ujung tongkat di waktu menggunakan teknik sentuhan.
12.  Clearing adalah proses menetapkan keamanan suatu tempat dengan cara menggeserkan ujung tongkat di atas tanah atau dengan cara menyapu dengan tangan pada suatu tempat.
13.  Linning off adalah mensejajarkan tubuh dengan suatu objek.
14.  Search pattern adalah suatu cara yang sistematis di dalam menetapkan posisi atau menentukan lokasi suatu objek atau ciri medan.
15.  Lintasan perjalanan adalah rute yang direncanakan dan dilalui menuju suatu tujuan tertentu.
16.  Lokalisasi suara adalah menentukan suara yang tepat dari sumbernya.

17.  Teknik mengikuti adalah teknik orang buta dalam mengikuti perjalanan orang awas dengan cara memegang sikunya.

2 comments:

  1. ini kisah nyata saya . . . .

    perkenalkan nama saya YUNI SARA, saya berasal dari kota Bandung saya bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusaan Yogyakarta.dimana saya sudah hampir kurang lebih tiga tahun lamanya saya bekerja di perusaan itu.

    Keinginan saya dan impian saya yang paling tinggi adalah ingin mempunyai usaha atau toko sendiri,namun jika hanya mengandalkan gaji yah mungkin butuh waktu yang sangat lama dimana belum biaya kontrakan dan utan yang menumpuk justru akan semakin sulit dan semakin lama impian itu tidak akan terwujud

    saya coba" buka internet dan saya lihat postingan orang yg sukses di bantu oleh seorang kyai dari sana saya coba menghubungi beliau, awalnya saya sms terus saya di suruh telpon balik disitulah awal kesuksesan saya.jika anda ingin mendapat jalan yang mudah untuk SOLUSI MUDAH, CEPAT LUNASI UTANG ANDA, DAN MASALAH EKONOMI YG LAIN, TANPA PERLU RITUAL, PUASA DLL. lewat sebuah bantuan penarikan dana ghoib oleh seorang kyai pimpinan pondok pesantren sundoko.dan akhirnya saya pun mencoba menghubungi beliyau dengan maksut yang sama untuk impian saya dan membayar hutang hutang saya.puji syukur kepada tuhan yang maha esa melalui bantuan beliau.kini sy buka usaha distro di bandung.
    Sekali lagi Saya mau mengucapkan banyak terimah kasih kepada kiyai sundoko atas bantuannya untuk mencapai impian saya sekarang ini. Untuk penjelsan lebis jelasnya silahkan >>>>>>>>SOLUSI MELUNASI HTANG KLIK DISINI<<<<<<<<<
    Anda tak perlu ragu atau tertipu dan dikejar hutang lagi, Kini saya berbagi pengalaman sudah saya rasakan dan buktikan. Semoga bermanfaat. Amin.atau hub no hp 085298609998.

    ReplyDelete