Per Ardua Ad Astra

  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Sunday, March 22, 2015

Merindukanmu

Merindukanmu J

Hal yang paling saya rindukan di saat sedikit dan banyak kegiatan selama di UNY adalah tempat yang tenang dan membuatku merasa cinta. Yap, banyak tempat yang menjadi spot andalan yang akan saya rindukan selepas saya lulus dari kampus ini, salah satunya adalah . . . . . (lihat gambar). Anda pasti bisa menebak secara tepat lokasi tersebut J

Senin, 23 Maret 2015 pukul 11.47 WIB

Tempat di atas adalah salah satu tempat yang bisa mempengaruhi hidup saya. Mulai dari semester satu, saya dan teman-teman kelas pasti berkunjung untuk mencari referensi yang dibutuhkan, tetapi mulai maju ke semester berikutnya dan semakin menjauhi semester 1 semakin berkurang intensitas “berkunjung bersama”. Ah, sangat disayangkan. It’s okay, I think that we have a business or activities each other. Next, walaupun sudah tak sering berkunjung bersama, saya sendiri masih setia untuk hadir di tempat ini. Tempat ini sungguh tenang dan tenang, sangat membantu mengurangi rasa bosan dan permasalahan, seperti saat tertekan dengan tugas kuliah dan aktivitas, saya bisa melakukan refleksi dan evaluasi di tempat ini, tidak hanya itu bahkan permasalahan yang ada di luar kampus pun saya bisa menguranginya di tempat ini, seperti merindukan orang tua, saya akan merenung sejenak bahkan menangis (I ever crying in this place) J at the fact, it’s so dense when I’m alone.
Lanjut lagi ke topik yang lain, ada beberapa keunggulan versi saya yang bisa saya rasakan di tempat ini, yaitu banyak materi yang bermanfaat jika anda tertarik, sarpras yang membawa kita ke alam (meja dan kursinya dari kayu, itu yang saya suka), bertemu banyak generasi muda, tempat ber-AC (kalo buat saya bisa mengurangi panasnya otak saat berpikir, hehe), dan kita bisa merasa sejajar dengan posisi ruang Pak Rektor sekaligus melihat pemandangan ke luar. Anda pasti akan menemukan keunggulan versi Anda. Ayo segera ke tempat ini!
Selamat berjuang dan semoga suskes. Aamiin J



Thursday, March 12, 2015

Pantai Poktunggal bersama KKN


Don't look back, i am behind you for keeping an eye on.
Oh Pantai Poktunggal, merupakan pantai langganan saya dan teman-teman PLB C berkunjung, sudah ke berapa kali sampai lupa, saya dan teman-teman kelas berkunjung ke pantai ini sekaligus mampir ke SLB PM. Tetapi kali ini berbeda dengan sebelumnya, hari Minggu tanggal 01 Maret 2015 merupakan hari yang menyenangkan bagi saya, saya bisa mengajak rekan-rekan KKN untuk berkunjung ke SLB Puspa Melati sekaligus pergi pantai Poktunggal, perjalanan yang cukup menguras energy, terutama buat Mei yang sedang berpuasa, I am so sorry about it, I didn’t mean so. Semoga hari ini menyenangkan bagi kita semua, setidaknya membuat satu sama lain semakin dekat dengan kata “sahabat”. Oh iya, walaupun hari minggu kami tetap mampir ke SLB PM dengan tujuan untuk mengambil laporan bulanan, tetapi hal tersebut tertunda dan menunggu beberapa jam sambil beristirahat di SLB PM, karena belum sarapan maka kami memasak mie instan untuk menyuplai energy untuk sementara, dan akhirnya secara terpaksa aku makan mie instan juga bersama Rachman, Dewi, dan Naur. Ah, ketika harus memakan mie instan disaat kelaparan, disitu kadang saya merasa sedih. L

Kiri ke kanan: Naur, Rachman, dan Dewi.
Akhirnya setelah berselang sekitar 1 jam, kami melanjutkan ke Pantai Poktunggal, ada yang berbeda gaes, dulunya yang ngga ada pos masuk pantai (bayar), sekarang sudah ada. Wah, ternyata sudah ada kemajuan. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa pantai di pesisir selatan sudah mulai ramai, semoga berkah bagi masyarakat sekitar pantai ya gaes, dan semoga dengan adanya kemajuan ini tidak mengancam keberadaan alam secara alami ya gaes, seperti peningkatan pembangunan motel di sekitar pantai, sampah yang mengganggu kesehatan, serta penyalahgunaan tempat rekreasi menjadi tempat maksiat. Semoga bener-bener terjaga dari hal negative. Aamiin J


Refleksi Mahasiswa KKN

Kamis, 12 Maret 2015 di kos tercinta. Selamat malam gaes, rasanya sudah lama saya tidak menyentuh blog ini, sangat disayangkan jika hal seperti ini sering terulang. Tapi kali ini saya akan menceritakan kegiatan yang sudah memaksa saya untuk memberikan prioritas lebih, tentu saja lebih dari blog ini (mungkin). Kegiatan tersebut memang sangat membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan juga menjauhkan saya dari berbagai media social. Oke, saatnya ke topik yang lebih serius yaitu mengulas secara sekilas dari beberapa kegiatan terbaru dari KKN, mari simak dengan baik.
Sekilas mengenai KKN
Berbicara mengenai KKN merupakan hal yang sangat menyentuh bagi saya, mengapa tidak? Saya bertemu dengan orang-orang hebat mulai dari jurusan Kebijakan Pendidikan (Ratri, Galuh, Tri/Yati, Meda), Pendidikan Luar Biasa (Aku, Dewi), Pendidikan Jasmani Rekreasi dan Olahraga (Chandra), Pendidikan Kimia Internasional (Naur), Pendidikan Teknik Elektro (Ali/Wafi), dan Pendidikan Bahasa Inggris (Rachman/Maman, Mei), merekalah yang akan berjuang bersama dalam bingkai KKN di desa Wukirsari. Tapi kalian unik dan mempunyai peran masing-masing, dari Mei dan Naur yang berperan sebagai sosok perempuan yang berpuasa nasi putih (ngga makan nasi putih untuk jangka waktu yang agak panjang), Ratri dan Meda sebagai peran yang menyelam sambil minum air, Galuh yang cocok jadi “Emak”, yang jago masak-masak dan ngerawat anak-anaknya (maksudnya mahasiswa KKN), Chandra layaknya masinis kereta api yang tidak jarang mengoperasikan kereta elektroniknya, Rachman/Maman yang tidak suka dekat dengan kereta api tersebut (selalu menghindar, kadang sering ngomong spontan “f*ck dan d*sg*st*ng), Dewi jadi temen sakelas yang punya blog, Tri/Yati yang berperan sebagai perempuan yang manja-manja gitu deh (*eh J), dan Ali/Wafi yang menjadi peran anak gifted. Akan ada banyak hal yang akan terbuka dengan sendirinya, baik maupun buruk pasti akan muncul, tetapi hal yang terpenting adalah bagaimana kita belajar merefleksikan diri sebagai manusia social. Yap, apapun karakter kalian, saya tidak bisa menuntut untuk menjadi sesuai dengan apa yang saya pikirkan, dan ingatlah (jika Allah mengizinkan) kita akan membicarakan masa-masa KKN sekarang di suatu hari nanti dengan situasi dan kondisi yang sangat jauh lebih hebat dari sekarang. Aamiin J
Pindah topik yuk!! Kita bergerak ke program kerja (proker) KKN, sebelumnya kita sudah menyusun proker tersebut jauh-jauh hari, tetapi karena banyak sumbang pikiran, saran, kritik, dan evaluasi, akhirnya matrik dari proker selesai awal Maret. Flashback sekilas gaes!! Tujuan KKN adalah membaur dengan masyarakat dan memecahkan masalah/tantangan yang ada dengan (kolaborasi) memberdayakan sumber daya manusia dari masyarakat di desa. Nah, tapi kegiatan KKN kita dimulai dari observasi desa guna menentukan kebutuhan masyarakat, membuat program, melaksanakan program, evaluasi, dan menyusun laporan, serta jangan lupa lampiran yang berupa dokumentasi dan pengeluaran keuangan. Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya kami sedang dalam tahap pelaksanaan program. Adapun program yang terlaksana adalah,

Senam pagi! saatnya hidup sehat gaes.
Senam Pagi, merupakan proker individu yang terlaksana tanggal 8 Maret 2015 mulai jam 06.30-08.00, senam diikuti oleh sekitar 8 orang dari warga sekitar, maklum baru kali pertama, hehe.

TPA, walaupun di matrik tidak tercantum pada rencana, tetapi Naur dan Aku secara tak terencana pergi ke tempat TPA dan meminta ijin untuk bergabung, akhirnya “kabar gembira untuk kita semua, kini matrik sekarang ada TPA-nya”. Yes, setelah ijin di ACC kita bergabung dengan mendampingi anak mengaji, perkenalan, bermain games, dan bernyanyi bersama. Mba Umi (yang menjadi tuan rumah dan pengajar TPA sangat baik gaes, kita diberikan kebebasan untuk memberikan kegiatan seperti games, cerita, les atau belajar akademik, dan nyanyi. Tapi ingat kebebasan yang diberikan harus amanah dan berdampak positif ya gaes. TPA di RT 06 berlangsung setiap hari yang berdurasi dari 15.30-17.30 WIB, sedangkan liburnya adalah jika ada kegiatan mendadak seperti Mba Umi mau pergi takziah.

Rachman dan Mei sedang membersamai
Mela dan Meika belajar.
Bimbingan Belajar, sekali lagi secara tidak sengaja dan spontan adalah kebutuhan masyarakat yang memerlukan layanan, baik dari yang tua sampai yang muda, dan kali ini adalah generasi emas Indonesia yang sedang menempuh pendidikan dasar (Sekolah Dasar). Meskipun hari Senin (09/03/2015) jam 16.00 dan tidak tercantum pada rencana, Mela (5 SD) dan Meika (1 SD) merupakan gerenasi yang pertama untuk mendapatkan layanan bimbingan secara privat, haha J, congrats ya!! Mereka secara mendadak datang ke basecamp KKN UNY yang bertempat di rumah pak dukuh, karena mereka sudah membawa materi dari sekolah maka kami melayani bimbingan secara maksimal sampai jam 18.00 WIB. Setelah selesai, Rachman dan Aku mengantar mereka kembali ke rumah masing-masing, cukup jauh dari rumah pak dukuh dan neonisasi yang belum memadai membuat mereka tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari. Ah, Aku sungguh menyayangkan motivasi mereka yang begitu besar harus terkendala oleh fasilitas yang kurang mendukung. Cepatlah Tuhan, jadikan Hamba-Mu ini menjadi orang yang sukses dunia dan akherat, sungguh ingin diri ini bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan, mengembangkan potensi dan memberdayakan mereka secara positif. J

Rapat Koordinasi Bakti Sosial dan Pemeriksaan Kesehatan secara gratis, kegiatan ini disponsori penuh oleh Bank BCA. Rapat dimulai pada jam 20.00 sampai 23.00 WIB di Joglo atau Gedung PAUD dan dihadiri oleh sekitar 30 orang dari paguyuban Wisata Wayang, delegasi dari RT 01, 02, 05, dan 06, serta mahasiswa KKN UNY. Pelaksanaan kegiatan tersebut akan direncanakan pada tanggal 21 Maret 2015 dengan kuota pemeriksaan sekitar 300 peserta yang didata melalui angket dan tersebar secara merata di setiap RT. Sedangkan peran mahasiswa KKN UNY adalah membantu panitia yang terbagi disetiap sie kepanitiaan guna mensukseskan kegiatan tersebut.

Bimbingan belajar bahasa inggris di Masjid
Sabiilul Huda. Ada Mei, Rachman, Dewi, dan Aku.
Bimbingan bahasa inggris, yang sudah terjadwal pada hari Rabu (11/03/2015) bertempat di Joglo atau Gedung PAUD, tetapi pelaksanaanya berpindah ke Masjid Sabiilul Huda karena ada persiapan Wayangan di tempat sebelumnya. Kegiatan yang ditujukan untuk siswa SMP ini dihadiri oleh sebagian besar siswa yang bukan SMP, tepatnya siswa SD dan TK, ngga papa sih yang penting tetep jalanin aja kegiatannya, hehe J dan karena mungkin cuaca hujan.



Peresmian Pos Siskamling dan
Gedung PAUD.
Peresmian Pos Siskamling dan Gedung PAUD, merupakan acara incidental bagi kami, acara tersebut dimulai jam 20.00 sampai jam 00.00 WIB, sebelumnya memang tidak ada rapat koordinasi ke kami, hanya sebatas pemberitahuan semata dan sekilas, dan kami pun diundang untuk menghadiri acara tersebut, sekaligus perkenalan mahasiswa KKN UNY ke masyarakat sekitar. Cukup besar dan megah ya, begitu banyak pedagang baik makanan maupun non-makanan yang standy by di sekitar tempat tersebut. Selain itu, antusias warga juga sangat terlihat maksimal untuk berpartisipasi hadir, padahal cuaca saat itu kurang kondusif karena hujan dan becek. Prok..prok..prok.. salut buat warganya J

Tuesday, March 10, 2015

KOLABORASI FMIPA-FIP FINALIS DALAM CALL FOR PAPER YOUTH POWER UGM 2015

Nana, Adi, dan Rifaldy sedang mempresentasikan paper-nya.
Rifaldy Fajar (Matematika 2014), Nana Indri (Matematika 2014), dan Adi Suseno (PLB 2012) berkesempatan menjadi finalis 30 besar dalam Kegiatan Lomba Karya Tulis Mahasiswa Nasional Call for Paper Youth Power  yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim yang diketuai Rifaldy ini berhasil masuk 30 besar dalam Pemanfaatan Media dalam Usaha Perubahan Sosial dengan karya tulis yang diangkat adalah "Kuartet Bahaya Narkoba (KABAYAN): Media Permainan Interaktif-Edukatif sebagai Upaya dalam Mewujudkan Remaja Sehat Tanpa Narkoba”.
Latar belakang mereka cukup sederhana di mana perkembangan pencandu narkoba di Indonesia semakin pesat. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305 (Umu Choisyah dalam UBB, 2009). Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba, khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam.
Selama ini, upaya pemerintah dan masyarakat hanya masih sebatas pada tindakan kuratif. Oleh karena itu, tindakan yang bersifat preventif atau pencegahan perlu ditegakkan secara serius untuk menekan permasalahan narkoba yang melanda bangsa ini terkhusus dikalangan remaja, yang menjadi generasi muda bangsa Indonesia. Hal inilah yang memotorikkan tim penulis untuk menciptakan sebuah media sederhana dalam upaya pencegahan tindak penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda. “Namun, ke depan media ini harus lebih menonjolkan sifat sasarannya karena sesuai dengan perkataan dewan juri bahwa konten-konten yang disajikan terlihat masih sangat sensitif dan kriteria generasi muda yang seperti apa serta uji konten yang harus dilakukan,” tutur Rifaldy.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 6—7 Maret 2015 ini, diikuti oleh beragam universitas yang terpilih sebagai 30 Besar Finalis di antaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Institut Pertanian Bogor, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Trunojoyo Madura, STAIN Jurai Siwo  Metro Lampung, Universitas
Airlangga, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Medan, dan Universitas Lampung.
Kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan dan wawasan. “Event yang sangat luar biasa dan sangat ketat, bersaing dengan orang-orang yang memiliki basic sosial lagi-lagi membuka mata dan pikiran kami bahwa ternyata event yang berbau sosial, sains dan teknologi lagi-lagi berbeda dan kami belajar banyak dari event ini,” tutur Adi Suseno.
Adapun pemenang pertama diraih UGM dengan judul “Di antara Rakyat dan Negara: Membaca Landasan Gerakan Pemuda di Indonesia Pasca Reformasi”. Pemenang kedua dari UI dengan judul “Pemuda dalam Menentang Belenggu Doxa: Bebaskan Praktik Kearifan Lokal dari Ranah Kontestasi Paksa MEA 2015”. Sementara Pemenang ketiga diraih UB dengan judul “Menjemput Kejayaan dari Laut: Menyehterakan Keluarga Nelayan Melalui Optimalisasi Program Bantuan Kapal Inka Mina”. (Rifaldy)

Sumber:

http://www.uny.ac.id/berita/kolaborasi-fmipa-fip-finalis-dalam-call-paper-youth-power-ugm-2015.html