Per Ardua Ad Astra

  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Wednesday, December 23, 2015

Kesraku oh Kesraku di UKM Penelitian 2015

Kesra UKM Penelitian 2015
(Atas, kiri ke kanan) Ferry, Renda, Nony, Azizah, dan Rizqy
(Bawah, kiri ke kanan) Saras, Meilani Ika, Adi, Shinta, dan Dyah.
"Stay hungry, stay foolis." - Steve Jobs

Itulah sedikit yang membuat saya bisa menapak sebagai mahasiswa di UNY. Membuat pilihan menjadi sedikit lebih aktif dari sekedar mahasiswa pada umumnya merupakan pilihan yang indah, dimana saya selalu merasa lapar akan pengetahuan dan pengalaman dan bodoh dalam segalanya, sehingga harus terus menuntut diri saya sendiri lebih baik dan baik. Bagaimana dengan perkuliahan? Itulah tantangannya, yaitu tidak semua orang mampu untuk membagi waktu dengan baik, seperti halnya saya, saya pernah kehilangan 3 kali kesempatan absen dari bangku perkuliahan di awal semester dengan mata kuliah Psikodiagnostik yang diampu oleh Ibu Endang tercinta, yang terkenal dengan kedisplinan dan ketegasannya, dan 1 kali lagi saya tidak berangkat saya harus mengulang tahun depan, hampir dan nyaris membuat saya harus menunda skripsi saya satu semester lebih telat dari jangka normalnya. Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikannya dengan sisa-sisa kesempatan saya walapun hasilnya atau nilainya paling rendah dalam sejarah DHS (Data Hasil Studi), saya yakin saya sudah memahami materi kuliah dengan baik dan saya sudah melakukannya dengan optimal dan sehat. Saya puas dengan hasil dan resikonya.

My blessed little family at the Student Centre.
Kembali ke luar kampus, saya menikmati sebagai mahasiswa yang mencoba untuk belajar berkontribusi di organisasi internal maupun eksternal UNY, salah satunya ialah UKM Penelitian. Pada tahun 2015, saya bergabung dengan pengurus UKM Penelitian yang tepatnya mendapat amanah staff bisang Kesra (Kesejahteraan Mahasiswa). Dalam keluarga kecil ini, saya merasa bersyukur atas dipertemukannya dengan rekan kerja yang hebat, seperti Mba Nony (Kadep Kesra), Ferry, Rizqy, Meilani Ika, Saras, Shinta, Azizah, Titik, Renda, Dyah, dan Ayu. Banyak proker yang harus kami laksanakan, mulai dari kajian, syawalan, pelepasan wisuda dan diseminasi karya, serta pembentukan IKA atau alumni UKM Penelitian untuk pengurus sebelumnya. Semua sudah terlaksana dengan duka dan duka, banyak hal yang menantang dan terjal yang selalu harus kita lewati, tetapi kita tetap yakin dalam melangkah ke depan dan berpikir positif. Itulah yang membuat kita tetap kokoh dalam keluarga kecil tersebut, membuat kita memahami dan saling memberikan toleransi di antara kita.
Selama ini, saya tahu bahwa saya tidak bisa maksimal dalam mengemban amanah ini dan kalian yang selalu membantu serta saling melengkapi kekurangannya. Terima kasih sudah mengajari saya tentang arti cinta dalam organisasi dan tetap produktif dalam berkarya. Di penghujung kata “demisioner” pengurus UKM Penelitian 2015 yang dikemas dalam Musyawarah Anggota (Musyang) yang merupakan serangkaian agenda pengesahan ADRT dan ART UKM Penelitian, laporan pertanggungjawaban pengurus UKM Penelitian 2015, dan pemilihan ketua umum UKM Penelitian 2016 selama 2 hari (19-20 Desember 2015), saya merasakan rasa kekeluargaan tersebut memuncak, dimana tiada jarang antar bidang, saling mendukung, dan semua perasaan dipersatukan dengan satu nama yaitu “UKM Penelitian 2015”. I do love all of you, folks!! There was only one sentence for myself, I’ve been having to stay hungry and to stay foolish.


Monday, December 7, 2015

35 Mahasiswa UNY Ikuti Capacity Building

Pak Satoto sedang menjelaskan materi di depan peserta.
Adanya kerjasama dengan universitas di luar negeri, UNY selalu menerima mahasiswa asing dari berbagai negara untuk menunjukkan eksistensinya secara mendunia. Untuk mensukseskan hal tersebut, UNY menyelenggarakan berbagai program untuk mahasiswa asing dengan bantuan sekaligus mengkaryakan mahasiswa UNY. Mahasiswa inilah yang akan menjadi Tutor Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Student Volunteer (SV) bagi mahasiswa asing tersebut, peran Tutor BIPA adalah memberikan layanan yang baik di bidang akademik kepada mahasiswa asing, seperti belajar bahasa indonesia, sedangkan peran Student Volunteer adalah memberikan layanan yang baik di bidang non akademik, seperti global culture festival. Tutor BIPA dan Student Volunteer tersebut berada dibawah naungan Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UNY yang merupakan kantor yang menangani berbagai urusan dan kerjasama bidang di pendidikan serta non pendidikan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Di dalam negeri, UNY selalu mengembangkan kerjasamanya dengan sekolah, universitas, lembaga sosial masyarakat, serta perusahaan, hal ini dilakukan untuk mengembangkan jaringan informasi serta memberikan kesempatan mahasiswa UNY untuk menyalurkan potensinya, sedangkan di luar negeri, UNY mengembangkan jaringan informasi secara global serta berkontribusi di era globalisasi melalui kerjasama internasional  dengan universitas terkemuka di dunia.
Namun, agenda capacity building yang ditujukan bagi Tutor BIPA dan SV yang berjumlah sekitar 35 peserta ini, sebagai upaya up grading serta memperbaharui semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Agenda tersebut diselenggarakan jumat pagi sampai sabtu sore pada tanggal 4 dan 5 Desember 2015 dengan lokasi Rektorat UNY dan Wild Rescue Center (WRC), Kulonprogo. Agenda di Rektorat UNY meliputi materi Kepemimpinan dan Kerja Tim yang disampaikan oleh Ing Satoto E. Nayono (Kepala KUIK UNY). Sedangkan agenda di Wild Rescue Center (WRC) Kulonprogo meliputi sarasehan, diskusi, homestay, materi tentang pemahaman peran Tutor BIPA dan SV yang disampaikan oleh Ibu Lusi dan Ibu Nur Insani, presentasi hasil diskusi, senam, Outbond, dan ditutup dengan materi Capacity Building yang disampaikan oleh Bapak Ewang Sewoko.

Saturday, November 28, 2015

Ragunanku di bulan November 2015

Mensyukuri atas ciptaan Tuhan yang beranekaragam..
Ragunan sebagai salah satu kebun binatang yang memberikan fasilitas komplit bagi semua orang yang ingin belajar sekaligus rekreasi merupakan wahana yang cocok bagi siswa SD yang cara berpikirnya masih bersifat operasional konkret, dimana semua hal yang mereka pelajari akan lebih bermakna jika disajikan dengan pengalaman langsung. Jadi, buat para orang tua hendaknya banyak referensi terkait dengan perkembangan (psikis) dan pertumbuhan (fisik) untuk si buah hati, lebih baik juga dipersiapkan pada saat pra kehamilan, ada banyak hal yang perlu diketahui untuk mendukung si buah hati tumbuh optimal, semuanya mudah dipelajari dan jadikan keluarga yang sehat jasmani dan rohani.

Foto di depan Pusat Primata.
Kembali ke cerita Ragunan, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Ragunan di tahun 2015, tepatnya tanggal 25 November. Sudah hampir 4 tahun dari kunjungan saya ke Ragunan pada bulan Januari 2011, yang merupakan masa akhir kontrak saya dengan PT. YIMM di daerah Pulogadung. Serasa nostalgia, yang dulunya pekerja pabrik yang sering menghabiskan waktu weekend dengan jelajah Jakarta, sekarang sebagai mahasiswa yang dulu pernah diimpikannyaa. Betapa bersyukurnya saya atas rencana Tuhan tersebut. Yah, liburan kali bukanlah waktu untuk menghabiskan weekend  layaknya pas jadi pekerja pabrik, melainkan memang ada agenda symposium pendidikan di Universitas Paramadina, Jakarta, yang kebetulan bersama teman-teman dari UNY, yaitu Rifaldy Fajar dan A. Budiyanto. Dengan modal nyali dan mumpung berada di Jakarta, kami tidak melewatkan agenda untuk berjalan-jalan yang bernuansa tenang dan natural, yaitu Ragunan. Dengan akses transportasi Trans Jakarta yang super padat, setiap penumpang dikenakan charge Rp. 3.500,- untuk satu kali jalan, biaya masuk Ragunan masih Rp. 4.000,- per orang, dan biaya masuk ke Pusat Primata Rp. 7.000,- per orang.


sedikit berubah..
Sedikit bicara sekilas mengenai bangunan di Ragunan, saya rasa banyak bangunan baru yang didirikan, yang dulunya jalan tanah biasa, sekarang sudah banyak di-paving dan diaspal yang menurut saya mengurangi nilai naturalnya, terutama bangunan untuk tempat makan dan tempat penjualan barang, tetapi ada nilai positifnya juga yaitu untuk orang-orang yang mengalami gangguan fisik lebih mudah mengakses jalan tersebut dengan pendampingan tentunya. Apapun yang dilakukan oleh pihak pengelola saya yakin untuk kepuasan pengunjung, namun perlu digaris-bawahi bahwa Ragunan tidak hanya sekedar tempat rekreasi tetapi juga rumah para fauna dan flora yang secara alami perlu kita jaga keasriannya.

Friday, November 13, 2015

40 Stand Negara dan Daerah di Indonesia Menyemarakkan GOR UNY
 
Suasana ramai di GOR UNY, pengunjung sangat antusias.
Day Festival yang merupakan rangkaian acara the 8th Global Culture Festival berlangsung meriah (12/11/2015). Ada sedikitnya 30 negara dan 20 daerah di Indonesia yang berpartisipasi pada agenda ini. Berlokasi di GOR UNY, sekitar 40 booths disediakan oleh panitia untuk mendukung acara ini. Masing – masing booth didekorasi dan dihias dengan pernak – pernik negara atau daerah masing – masing, serta berbagai informasi terkait geografis, kebudayaan, dan pariwisata yang dapat diakses oleh pengunjung. Tidak hanya itu, berbagai makanan khas dari negara atau daerah juga disajikan di booth tersebut.
International Day Festival yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UNY ini juga dihadiri oleh beberapa petinggi UNY, seperti Wakil Rektor 4 UNY, Prof. Suwarsih Madya. Dr. Ing Satoto Endar Nayono, M.Eng., M.Sc. selaku Kepala KUIK UNY menyampaikan “Agenda International Day Festival ini merupakan festival kuliner dan budaya, setiap negara dan daerah dari Indonesia memperkenalkan informasi kuliner dan negara/daerahnya masing-masing, sehingga mahasiswa UNY maupun masyarakat umum dapat mengenal dan mengetahui informasi budaya lain”.
Booth Rwanda yang merupakan salah satu negara di Afrika Tengah dan berbatasan dengan Uganda, Burundi, Tanzania, dan Kongo, menyajikan berbagai makanan khas yaitu ifiriti, umugeri, ikidiya, dan isosi, selain itu mereka juga menampilkan berbagai informasi mengenai tempat wisata, seperti Kigali Genocide Memorial Centre yaitu tempat untuk mengenang korban genosida yang memakan 250.000 korban jiwa dan Volcans National Park yaitu taman nasional yang terkenal sebagai tempat tinggal gorilla pegunungan.

Panitia membawa spanduk GCF #8 Tahun 2015.
Acara International Day Festival pada hari ini merupakan agenda kedua dari rangkaian acara the 8th Global Culture Festival dan ditutup dengan acara International Parade, yaitu arak-arakan yang akan berjalan mulai dari GOR UNY menuju Rektorat UNY. Peserta parade tersebut yakni jajaran rektorat UNY, mobil listrik GURT UNY, perwakilan dari Ormawa di UNY, UNY Fashion Carnival, mahasiswa daerah, mahasiswa asing, anak-anak TPA di sekitar UNY.




150 Mahasiswa Internasional dan Daerah Meriahkan International Night Festival

Mahasiswa dari Thailand menampilkan tarian tradisional.

Bertempat di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta, agenda International Night Festival pada Selasa, 10 November 2015 berlangsung meriah. Agenda tersebut merupakan bagian dari acara the 8th Global Culture Festival yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional UNY. Lebih dari 600 penonton memenuhi Auditorium UNY . Acara yang diselenggarakan di Auditorium UNY ini menampilkan drama yang bertema “Bermain di bawah Bulan” dengan diselingi penampilan kebudayaan dari perwakilan 30 negara dan 20 daerah dari Indonesia. Sejumlah 150 orang mahasiswa dilibatkan dalam acara ini.
Drs. Wardan Suyanto, M.A., Ed.D selaku Wakil Rektor I UNY membuka acara tersebut sekaligus menyampaikan “Kegiatan Global Culture Festival ini dapat memberikan wawasan kebudayaan bagi semua orang, serta meningkatkan rasa cinta terhadap kebudayaan sendiri dan menghargai kebudayaan orang lain”.
Irina, salah satu mahasiswa asing asal Rusia, tampil anggun dengan mengenakan gaun merah. Ia tampil sebagai MC, mendampingi Omar Dhaniswara, penyiar radio RRI. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang cukup fasih, ia mengutarakan rasa kagumnya atas antusiasme penonton untuk menikmati acara tersebut, hingga memenuhi area auditorium. Tak lupa, ia pun menyumbangkan sebuah lagu berbahasa Rusia di tengah acara.
Acara International Night Festival pada malam ini merupakan agenda pertama dari rangkaian acara the 8th Global Culture Festival. Esok (12/11/2015) akan diselenggarakan International Day Festival dan International Parade yang bertempat di GOR UNY.


Saturday, November 7, 2015

Berbincang-bincang di Sekretariat WKCP

Sabtu, 07 November 2015
Pengurus WKCP
Seperti biasanya, pengurus WKCP selalu mengadakan rapat sebelum mengadakan agenda ke depannya. Rapat yang dihadiri oleh 4 pengurus dan 6 relawan tersebut, bertempat di sekretariat WKCP, jalan Mutiara, Pengok, Demangan, ini membahas proses pelaksanaan program TORCH bagi responden di DIY. Sasaran untuk wanita yang berusia subur dan belum menikah dengan wanita yang sudah pernah mempunyai anak dengan kebutuhan khusus yang disebabkan oleh TORCH. Adapun tujuannya yaitu pencegahan bagi wanita yang akan menjadi ibu agar melakukan tahap waspada terhadap TORCH karena proses pembersihan jika terkena TORCH membutuhkan waktu yang tidak sedikit, selain itu vaksin TORCH juga masih minimal dilakukan dan terkait kesadaran masyarakat umum yang belum familiar dengan TORCH. Oleh karena itu, harapan dari program ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah wanita yang terkena TORCH dan yang tidak terkena TORCH, kemudian adanya tindak lanjut jika terkena TORCH yaitu dengan vaksinasi.

Selain membahasa rapat di atas, WKCP juga sedikit membahas pelatihan hidroterapi bagi pengurus dan relawan, namun kendala terhadap jadwal relawan yang fluktuaktif. Pelatihan akan dibersamai oleh Pak Bambang, yaitu terapis dari Solo yang sudah berpengalaman. Adapun PJ untuk kegiatan ini adalah Fanisa untuk pelatihan hidroterapi bagi relawan, Adi sebagai PJ pelatihan hidroterapi bagi orang tua dan anak kloter pertama, Niwang sebagai PJ pelatihan hidroterapi bagi orang tua dan anak kloter kedua, dan Widodo sebagai PJ pelatihan hidroterapi bagi terapis atau masyarakat umum.

WORKSHOP PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF DI HOTEL UNY

Salah satu pemateri Workshop Penjas Adaptif.
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 4 Pasal 5 butir 1 dan 2 menyebutkan bahwa “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu” dan “warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus”. Selain itu, definisi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau yang sering disebut penyandang disabilitas berdasarkan Perda DIY No. 4 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas Bab I Pasal 1 Butir 1 adalah seseorang yang mengalami gangguan, kelainan, kerusakan, dan/atau kehilangan fungsi organ fisik, mental, intelektual atau sensorik dalam jangka waktu tertentu atau permanen dan menghadapi hambatan lingkungan fisik dan sosial. Berdasarkan hal tersebut, Anak Berkebutuhan Khusus merupakan anak yang mengalami hambatan sensoris, intelektual, organ fisik, dan mental yang membutuhkan layanan khusus sesuai kebutuhannya dan mempunyai hak untuk memperoleh dan mengakses pendidikan.
Peserta sangat antusias terkait program workshop.
Peserta yang terbagi menjadi tim atau kelompok sedang
menyusun RPP.
Dalam kaitannya, Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) FIP UNY bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPK-LK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan Workshop Pendidikan Jasmani Adaptif pada tanggal 23-25 Oktober 2015 yang bertempat di Hotel UNY. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru pendidikan jasmani di sekolah khusus dalam menyusun perangkat pendukung pelaksanaan kurikulum Pendidikan Khusus 2013 tingkat pendidikan dasar serta menyusun perangkat pembelajarannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, narasumber didatangkan langsung dari pakarnya, antara lain Dr. Praptono, M.Ed. dari Direktorat PPK-LK Dikdas, Prof. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes., AIFO, Prof. Dr. Pamuji Sukoco, M.Pd., dan Dr. Sumaryanti, M.S. dari FIK UNY. Workshop yang dihadiri oleh 55 peserta yang mengampu mata pelajaran pendidikan jasmani dari berbagai Sekolah Khusus di D.I. Yogyakarta ini, memberikan pengetahuan secara khusus melalui materi-materi yang relevan, materi yang pertama disampaikan adalah Kebijakan dalam Pengembangan Kompetensi Guru Penjas Adaptif di Sekolah Khusus dan Inklusif yang disampaikan oleh Dr. Praptono, M.Ed., materi kedua adalah Dasar-dasar Permainan dalam Pendidikan Jasmani Adaptif yang disampaikan oleh Dr. Sumaryanti, M.S., dan materi ketiga yaitu Permainan Top Plays dan Top Sports (versi Unicef) yang disampaikan oleh Prof. Dr. Pamuji Sukoco, M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan materi Prinsip Pengembangan RPP Pendidikan Jasmani Adaptif yang disampaikan oleh Prof. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes.. Tidak hanya sebatas materi yang disampaikan, peserta juga mensimulasikan permainan yang dibersamai oleh Prof. Dr. Pamuji Sukoco, M.Pd. dan Prof. Dr. Suparno, M.Pd., setelah itu, peserta workshop dibagi menjadi 5 kelompok (kelompok untuk peserta didik Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, Tunadaksa, dan Autis) dan menyusun RPP Pendidikan Jasmani Adaptif sesuai peserta didiknya, kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasil RPP dan mempraktekan kegiatan atau langkah-langkah proses pembelajaran pendidikan jasmani tersebut.
Setiap kelompok mempraktekan langkah-langkah dalam
pembelajarannya.

Monday, November 2, 2015

Mahasiswa Mengikuti Pelatihan Braille di UGM

Mahasiswa UGM dari berbagai fakultas sedang berlatih menulis
braille dengan reglet dan stilus.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Peduli Difabel merupakan UKM yang cukup muda yaitu bergerak mulai tahun 2012 yang diajukan oleh Muhammad Hanif Yusuf, merupakan mahasiswa tunarungu yang banyak mendapatkan kesempatan berprestasi, dan pada tahun 2015, UKM Peduli Difabel dikoordinir oleh Karim, Mahasiswa Fakultas Hukum UGM. Adapun harapan mereka melalui UKM Peduli Difabel adalah terciptanya implementasi hak yang sama bagi para penyandang difabel dan non-penyandang difabel dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada tahun 2015, UKM Peduli Difabel sudah mulai dikenal oleh kalangan mahasiswa UGM, hal tersebut ditunjukkan oleh animo mahasiswa yang setiap tahunnya bertambah ingin bergabung menjadi bagian dari UKM Peduli Difabel. Dalam bergabung dengan UKM Peduli Difabel tersebut tidak hanya sebatas partisipasi, tetapi juga pengetahuan dan implementasi dari kata “peduli difabel” mejadi dasar awal terciptanya kesadaran bermasyarakat inklusif. Oleh karena itu, UKM Peduli Difabel memfasilitasi mereka untuk mengenal lebih dekat dengan penyandang difabel, salah satunya yaitu mengenal kebutuhan mereka seperti bahasa isyarat, bahasa oral, orientasi mobilitas, aksesibilitas, dan braille.
Dokumentasi bareng-bareng :))
Salah satu kegiatan program kerja (proker) UKM Peduli Difabel adalah Pelatihan Braille, yang baru selesai diagendakan pada bulan September dan Oktober dan tempat pelaksanaan yang berpindah-pindah dari Gedung Fakultas Biologi UGM, Aula Balairung UGM, dan Gedung Sekolah Vokasi UGM. Dalam pelatihan braille tersebut, mereka dibersamai oleh Adi Suseno, salah satu mahasiswa yang bisa membagi pengalamannya terkait Braille. Adapun rangkaian dalam agenda tersebut terbagi menjadi 4 sesi yaitu sesi pengenalan pendidikan luar biasa secara umum, pelatihan membaca braille, pelatihan menulis braille, serta diskusi dan evaluasi kegiatan. Dalam kegiatan tersebut, peserta pelatihan braille mengenal huruf braille yang setiap selnya terdiri dari enam karakter dan timbul atau tidaknya karakter tersebut mewakili huruf/tanda/angka tertentu, kemudian mereka juga mengenal huruf braille A-Z, tanda, dan angka dan dipraktekan dalam sesi membaca dan menerjemahkan kalimat braille ke kalimat awas. Sedangkan untuk menulis huruf braille, mereka menggunakan reglet dan stilus, yaitu alat yang digunakan untuk menulis braille. Mereka terlihat sangat antusias dan semangat dalam proses tersebut karena braille merupakan hal yang sangat menantang untuk dikuasai dalam membaca dan menulisnya. Oleh karena itu, dengan adanya pelatihan braille tersebut diharapkan bisa menambah wawasan dan pengalaman bagi peserta yang mengikutinya serta dapat membaginya ke orang lain di sekitarnya, sehingga kesadaran untuk bermasyarakat inklusif setidaknya bisa diimpelentasikan mulai dari diri kita sendiri walaupun dalam skala kecil.

Saturday, October 17, 2015

RWrC Competition 2015


Dalam rangka memperingati bulan bahasa di bulan Oktober, UKMF Reality (Research and Learning Community) FIP UNY mengadakan Reality Writing Competition (RWrC) 2015. RWrC merupakan ajang kompetisi yang terdiri dari 2 lomba tingkat nasional, yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Cerita Pendek (cerpen). LKTI memiliki tema “Peran Generasi Muda Indonesia dalam Mengoptimalkan Bonus Demografi Tahun 2020”, sedangkan lomba cerpen memiliki tema “Kemanusiaan”.
RWrC ini dilaksanakan pada hari Jumat—Minggu, 16—18 Oktober 2015 dengan mengundang 10 tim finalis LKTI dan 3 orang juara lomba cerpen. Para finalis LKTI serta 3 orang juara lomba cerpen tersebut menginap di LPP Mliwis. Para finalis LKTI berasal dari berbagai macam universitas, di antaranya adalah Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Pendidikan Ganesha, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Finalis dari berbagai universitas.
Pada hari Jumat, 16 Oktober 2015 diadakan technical meeting untuk 10 tim finalis LKTI dalam rangka mempersiapkan presentasi esok harinya. Presentasi LKTI diawali dengan keynote speaker oleh Halili Hasan, M.A., dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2015 pukul 08.00—15.00 yang bertempat di Ruang Sidang Besar LPPM UNY. Kemudian masih di hari yang sama, pukul 19.00—21.00 dilanjutkan dengan malam puncak pengumuman para pemenang dan talkshow yang dibersamai oleh Kurniawan Gunadi (penulis buku Hujan Matahari dan Lautan Langit). Dari lomba cerpen, telah dihasilkan antologi dari 10 cerpen terbaik dengan judul sesuai dengan temanya yang nantinya akan dikirimkan ke masing-masing 10 finalis lomba cerpen.

Pemenang LKTI juara I diraih oleh Universitas Sebelas Maret atas nama ketua tim Anggarda Paramita Imawati, dkk. Kemudian juara II diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta atas nama ketua tim Adi Suseno, dkk. Lalu juara III diraih oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta atas nama ketua tim RR. Risang Ayu Dewayani, dkk. Sementara itu, pemenang lomba cerpen juara I diraih oleh Universitas Sebelas Maret atas nama Ingrid Elvina. Kemudian juara II diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta atas nama Muhammad Arif Wibowo. Lalu juara III diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta atas nama Siti Latifah.

Juara II LKTI RWrC Nasional tahun 2015.
Sementara itu, pada hari Minggu, 18 Oktober 2015 dilanjutkan dengan fieldtrip ke Malioboro, Benteng Vredeburg, dan Taman Sari. Para finalis LKTI dan pemenang lomba cerpen sangat antusias karena selain berkompetisi mereka juga dapat berwisata di Kota Yogyakarta. Acara RWrC ini telah didukung oleh banyak sponsor, seperti Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RISTEK DIKTI), Waroeng Spesial Susu Segar (WSSS), Gardena Swalayan, Kopma UNY, dan Mangrove Printing. Tujuan diadakannya RWrC ini adalah untuk membangun semangat menulis para mahasiswa di seluruh Indonesia, baik secara fiksi maupun nonfiksi. UKMF Reality FIP UNY memiliki harapan untuk mengajak semua orang bersemangat dalam menulis supaya dapat berpikir cerdas dan berwawasan luas. 


 Sumber:
http://www.uny.ac.id/berita/reality-writing-competition-rwrc-2015.html 
http://www.uny.ac.id/berita/uny-juara-ii-dalam-lktin-reality-writing-competition-rwrc-2015.html

p.s. thanks God, you always leads and shows me the brighter way.

Friday, October 16, 2015

Peresmian Gedung Asrama SLB Puspa Melati

Foto bersama antara siswa, guru, karyawan, yayasan Puspa Melati,
tokoh masyarakat, dan Yayasan Kawan Sejalan.

Jumat (17/10/2015), merupakan yang bersejarah bagi SLB Puspa Melati, karena merupakan hari peresmian gedung asrama bagi siswa yang diselenggarakan di SLB Puspa Melati, Pudak, Tepus, Gunungkidul. Gedung Asrama SLB merupakan bantuan dari Yayasan Kawan Sejalan (YKS) yang bekerjasama dengan Yayasan  Jan Vink Stichting dari Belanda dengan proses selama 3 bulan pembanguan, Acara yang berlangsung dari pagi sampai siang, dihadiri oleh para undangan dari berbagai instansi, seperti Bupati Gunungkidul, Dinas Dikpora Gunungkidul, Dinas Dikpora DIY, Dinas Sosial, BKKKS, Kepolisian Tepus, Perwakilan dari SD/SDLB di Gunungkudul dan PT. Mara Tours, selain itu sebagai sekolah yang bersosial di masyarakat, undangan juga ditujukan untuk wali murid dan masyarakat sekitar, seperti Lurah, Camat, dan tokoh-tokoh penting di desa. Acara pada hari tersebut dimulai dengan sambutan-sambutan, penandatanganan surat keterangan serah-terima, dan peresmian Gedung Asrama SLB Puspa Melati yang ditandai dengan pemotongan tali. Di sisi lain, siswa dari SLB Puspa Melati dan sekitarnya juga ikut berpartisipasi dan kontribusi dalam acara hiburan dengan keterampilan menari, menyanyi solo, dan paduan suara.

Peresmian gedung asrama tersebut sangat menarik perhatian para tamu undangan. Seperti yang dikatakan oleh Ketua DPRD, Bapak Suharno, mengatakan bahwa “gedung asrama sangat mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah, terutama bagi siswa yang jarak rumahnya jauh dari sekolah”. Semoga keberadaan gedung asrama dapat memberikan dampak dan dukungan positif bagi kemajuan layanan pedidikan di sekolah, khususnya di SLB Puspa Melati. Aamiin J

Wednesday, October 7, 2015

BEDAH BUKU: THE HELP GUIDE FOR CEREBRAL PALSY



Dr. Selim Yelcin dan Dr. Nadire Berker, merupakan warga Negara Turki yang bersedia menjadi pembicara dalam diskusi bulanan Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) untuk bulan Oktober 2015 yang bertema “Bedah Buku: The Help Guide for Cerebral Palsykarya Dr. Selim Yelcin dan Dr. Nadire Berker. Dr. Selim Yelcin merupakan seorang dokter bedah otot yang sangat memperhatikan anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya Cerebral Palsy (CP), sedangkan Dr. Nadire Berker merupakan isteri Dr. Selim yang berprofesi sebagai terapis di Turki. Dalam agenda liburan sekaligus berkeliling ke berbagai negara dengan perahu pribadinya, beliau menyempatkan mampir ke Yogyakarta untuk berbagi ilmu dan pengalaman terkait dengan bukunya. Buku hasil karya beliau telah dialih-bahasakan ke Indonesia melalui bantuan WKCP. Dr. Selim Yalsin juga mengucapkan terimakasih atas bantuan WKCP yang berkenan menerjemahkan bukunya ke bahasa Indonesia dan berharap agar semua  orang dapat memanfaatkan buku tersebut dengan baik.
Diskusi bulanan tersebut berlangsung di Hall DPRD di Jalan Timoho pada hari Minggu, 04 Oktober 2015, dari pagi sampai siang, serta dihadiri oleh anggota WKCP. Adapun serangkaian acaranya yaitu sambutan dari WKCP, bedah buku dengan penyampaian 2 bahasa, diskusi, dan pembagian doorprizes. Orang tua yang mempunyai anak dengan CP sangat antusias dan semangat untuk berdiskusi mengenai kondisi anaknya dari sudut pandang Dr. Selim Yelcin dan Dr. Nadire Berker, serta tidak sedikit ada praktek bagaimana cara melakukan terapi sederhana oleh orang tua pada saat di rumah. Hal tersebut merupakan tujuan diadakannya bedah buku yaitu untuk membantu orang tua dalam merawat anak CP dengan baik dan benar, yang tentunya belum teraplikasikan dan tersistem oleh mayoritas orang tua yang memiliki anak CP.

Thursday, September 24, 2015

Persami SLB A Yaketunis


Sabtu (19/09/2015), merupakan hari yang spesial bagi siswa SLB A Yaketunis - yaitu siswa yang mengalami hambatan penglihatan dari salah satu sekolah khusus bagi siswa tunanetra di Yogyakarta - untuk memulai aktivitas di luar rumah. Dalam menindaklanjuti kegiatan ekstra-kurikuler pramuka, SLB yang berada dibawah Yayasan Yaketunis tersebut mempunyai agenda Perkemahan Sabtu-Minggu atau yang sering disingkat Persami. Kegiatan ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Payaman, Sedayu, Bantul selama 2 hari yaitu hari sabtu dan minggu, tanggal 19 dan 20 September 2015. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 34 siswa yang menjadi peserta tidak hanya dari siswa SLB A Yaketunis, tetapi ada beberapa siswa dari MTs Yaketunis, semua peserta terbagi menjadi 5 regu yaitu 2 regu putri (regu bunga dahlia dan bunga sepatu) dan 3 regu putra (regu burung rajawali, regu burung merpati, dan regu burung garuda), dengan tiap regu terdiri dari 6 sampai 8 orang. Selain itu, guru dan karyawan dari SLB juga turut serta mendampingi siswa selama 2 hari, begitu juga dengan Pemandu Pramuka dan mahasiswa PPL UNY yang berkontribusi aktif selama kegiatan berlangsung.

Adapun acara yang dilakukan yaitu upacara, outbond, mini games, dan api unggun, serta pembagian hadiah bagi regu. Upacara dilakukan 2 kali, yaitu upacara pembuka oleh Kepala Sekolah MTs Yaketunis dan upacara penutup oleh Pembina Pramuka. Setelah upacara pembuka, siswa segera mendirikan tenda dengan didampingi oleh guru/karyawan dan mahasiswa. Mini games merupakan kegiatan pembuka di lapangan sekaligus menghabiskan waktu sore, siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan bermain mini games yang terbagi menjadi 4 pos. Setelah bersih diri, istirahat, sholat, dan makan, malam pun tiba, siswa segera berkumpul dan melingkar di lapangan untuk menyanyi dan menghangatkan diri di sekitar api unggul, tidak hanya itu, ada beberapa siswa yang tampil menunjukkan bakatnya di tengah malam, seperti membaca puisi dan rebana, tentunya hal tersebut semakin asyik dan menyenangkan. Pada hari Minggu, Outbond menjadi kegiatan penutup di lapangan, siswa yang terbagi menjadi 5 grup menyusuri daerah sekitar Bumi Perkemahan, selama perjalanannya siswa harus melewati 6 pos, yaitu pos sandi morse, pos indera perabaan dan penciuman, pos menyanyikan lagu nasional dan daerah, pos yel-yel, pos dasa dharma, dan pos tali-temali. Semua rangkaian agenda tersebut memberikan pengalaman dan ilmu yang baik bagi siswa tunanetra, seperti kerjasama, toleransi, interaksi sosial, orientasi mobilitas, dan rasa percaya diri.

Saturday, August 15, 2015

BERSAMA UNTUK INDONESIA


Sabtu, 15 Agustus 2015, merupakan hari yang berarti bagi kami mahasiswa PPL 2 PLB UNY di SLB A Yaketunis, yang merupakan sekolah swasta yang menerima peserta didik dengan hambatan penglihatan dan dengan gangguan penyerta lain. Sekolah tersebut berlokasi di jalan Parangtritis nomer 46 Danunegaran, Yogyakarta. SLB A Yaketunis merupakan SLB khusus bagi siswa penyandang tunanetra dan satu-satunya di provinsi DIY.

siswa mengikuti lomba lari memindahkan bendera
Hari ini, merupakan hari kedua menuju hari kemerdekaan Indonesia yang diperingati tanggal 17 Agustus. Dalam partisipasi dan kontribusi aktif memperingati hari ulang tahun Indonesia yang ke-70, kami mahasiswa PPL 2 bekerjasama dengan pihak sekolah SLB dalam merancang kegiatan perlombaan yang ditujukan bagi peserta didik tingkat sekolah dasar. Adapun beberapa cabang perlombaan yang ditawarkan adalah lomba membaca UUD dan Pancasila, lomba menyanyi, lomba tenis meja, lomba pecah air, dan lomba memindahkan bendera Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu (15/08/2015) dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB, tempat pelaksanaannya di halaman SLB A Yaketunis.


siswa mengikuti lomba pecah air
Antusias dari peserta didik dari kelas rendah dan tinggi sangat tinggi, hal tersebut dapat diketahui berdasarkan minat peserta didik yang mendaftar sebagai peserta lomba. Kegiatan pun dimulai dari baris-ber-baris dan menyanyikan lagu Hari Kemerdekaan secara bersama, kemudian lomba berlari memindahkan bendera sebagai lomba yang mengawali kegiatan di pagi hari tersebut. Perlombaan tersebut bagi semua peserta didik di tingkat SD, dan lomba yang kedua yaitu lomba membaca UUD dan Pancasila, pada kegiatan ini, siswa membaca teks braille. Tanpa mengurangi waktu yang bergerak mengajak kami cepat bergerak, kami pun langsung membuka 2 perlombaan sekaligus dalam satu waktu, yaitu lomba menyanyi dan lomba tenis meja, peserta lomba masih bisa ter-cover untuk mengikuti kedua lomba tersebut. Dan sebagai penutup pada siang hari, kami mengajak peserta lomba untuk basah-basahan dengan lomba pecah air, suasana menjadi semakin asyik dan menyenangkan ketika peserta dapat memecahkan air dan terguyur di seluruh tubuhnya. Tanpa mengurangi rasa kompetisi, kami pun berbaur, memotivasi, dan memberikan rewards bagi semua peserta yang akan dibagikan setelah upacara Hari Kemerdekaan (Senin, 17 Agustus 2015). Itulah kebersamaan kami tanpa ada rasa diskriminasi yang dibungkus dengan satu porsi hari “Bersama untuk Indonesia”, semoga Indonesia semakin jaya, tidak ada diskriminasi, pemenuhan hak untuk mendapatkan pendidikan dan penuh kedamaian bagi seluruh Warga Negara Indonesia. Aamiin J J J

Monday, August 10, 2015

Di Atas Awan (3142 mdpl)

 
Gunung Merbabu (3.142 mdpl)
Sekilas tentang Merbabu!
Gunung Merbabu merupakan gunung yang berada di 4  wilayah, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kota Salatiga, dan Kabupaten Semarang. Gunung ini merupakan gunung tertinggi ke-9 di pulau Jawa, gunung ini mempunyai ketinggian 3.142 mdpl dengan dua puncak yang terkenalnya, puncak  Syarif (3.119 mdpl) dan puncak Kentengsongo (3.142 mdpl). Selain itu, jalur yang bisa ditempuh bisa melalui jalur kopeng thekelan, kopeng chuntel, selo, dan wekas.

Kisah Perjalanan dari Jogja ke Kopeng!
Pendakian kali ini merupakan pendakian massal yang ditujukan untuk memperingati hari ulang tahun ke-50 Mermounc, yang lahir pada tanggal 09 Agustus 1965 silam. Peserta yang mengikuti pendakian massal berjumlah sekitar 60 peserta yang berkumpul di Terminal Jombor pada hari Sabtu pukul 13.00 WIB, kemudian pukul 14.00 WIB berangkat menggunakan mini-truk yang berjumlah 2 buah. Pada pukul 17.30 WIB sampai di Kopeng (Thekelan), peserta langsung istirahat dan membersihkan diri, pada sesi ini tidak ada yang mandi karena airnya dingin, kemudian diteruskan shalat magrib sampai isya, dan dilanjutkan dengan kegiatan makan bersama di basecamp kopeng thekelan.


Perjalanan menuju Puncak Merbabu
Jalur Kopeng
Dingin sudah mulai menggigit kulit-kulit kami sampai berkerut, hal itu memperingatkan kami bahwa malam sudah mulai larut, kami pun bergegas mempersiapkan diri untuk persiapan pendakian di malam hari. Pemberangkatan pendakian kami memang direncanakan pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB. Sebelum pemberangkatan, kami melakukan briefing terlebih dahulu untuk menginformasikan teknis pemberangkatan dan pembagian kelompok menjadi 2, serta pengecekan peserta. Sebelum berangkat, doa pun kami panjatkan kepada Tuhan, dan kelompok 1 siap berangkat menuju puncak, kemudian kelompok 2 menyusul dengan jarak waktu 30 menit. Oh iya, tiap kelompok didampingi oleh pendaki senior yang sudah berpengalaman di merbabu sebanyak 3 orang serta pendamping medis 1 orang.
Sekilas mengenai trek yang kami lalui lewat jalur thekelan yaitu berdebu, memang di musim kemarau seperti ini, trek yang kami lalui kering dan berdebu, sekali jalan langsung berterbangan debunya, apalagi untuk kategori pendakian massal, sekali-duakali jalan sudah sangat mengganggu pemandangan dan pernafasan pendaki yang lain.
Sunrise di Pos Menara
Pemberhentian untuk istirahat terbagi menjadi 5 pos, pos 1-4 untuk pemberhentian sementara dan menunggu yang peserta yang tertinggal, pos 5 sebagai pos terakhir adalah pos untuk istirahat dan sudah disediakan tenda. Oh iya, pada saat di pos 3 kita bisa mengisi ulang persediaan air minum kita, karena di pos 3 ada sumber air yang layak konsumsi. Waktu yang dibutuhkan dari pemberangkatan jam 21.00 WIB sampai pos 5 yaitu 4 jam, kami sampai di pos 5 pada pukul 01.00 WIB hari minggu, kami pun istirahat selama 2 jam, dan melanjutkan kembali pendakian menuju puncak pada pukul 03.00 WIB dan banyak dari peserta untuk stay di pos 5 karena sudah tidak sanggup lagi, akhirnya pendataan kembali yang ingin melanjutkan pendakian ke puncak. Setelah itu, dengan dinginnya kulit kami, kami mulai berjalan agar mengurangi rasa dinginnya, semakin banyak aktivitas semakin berkurang suhu dinginnya. Perjalanannya memang sedikit membutuhkan banyak energy, dimana kita harus melawan rasa kantuk di tengah malam hari sekaligus melawan dinginnya gunung merbabu. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 05.00 WIB, kami sampai di pos menara (yang tidak termasuk pos peristirahatan peserta pendaki massal), di sini kami mendapatkan sunrise yang begitu cantik dan indah, tentunya bersyukur kepada Tuhan bahwa kami bisa mendapatkan sedikit cahaya kehidupan. Kami menghabiskan sekitar 1 jam untuk menikmati sunrise sekaligus melepas penat dan dahaga yang menyelimuti tubuh kami. Waktu pun memanggil kami untuk segera mengejar acara syukuran di puncak yang direncanakan pukul 09.00 WIB, dan pukul 06.00 WIB kami yang berada di pos menara langsung melanjutkan perjalanan. Rasa dingin di perjalanan kami berangsur-angsur mulai berkurang dengan adanya pahlawan kami yang bersinar, sembari menikmati perjalanan kami pun mengambil beberapa foto bunga edelweiss yang disebut-sebut sebagai bunga abadi, oh indahnya bisa menyaksikan kehidupan bunga yang abadi hidup di dataran tinggi.

Edelweis sang abadi
Senja di pagi hari
pertigaan menuju puncak









Akhirnya kami sampai di pertigaan yang membelah Puncak Syarif dan Puncak Kentengsongo, tanpa berpikir lama, kami yang masih kuat berjalan segera menuju Puncak Syarif yang jarak tempuhnya sekitar 10 menit dari pertigaan, setelah sampai kami langsung bergegas menuju pertigaan kembali dan segera menuju ke Puncak Kentengsongo (puncak tertinggi). Perjalanan dimulai dengan penuh semangat, termasuk saat melalui jembatan setan, kami juga harus berhati-hati untuk menuju ke puncak. Dengan berbagai usaha jiwa dan raga, kami lewati semua rintangan dan pada pukul 08.30 WIB kami sampai di Puncak Kentengsongo. Kami pun bersyukur atas kesempatan menikmati indahnya karya Tuhan ini.
Puncak Syarif
Jembatan setan
Puncak Kentengsongo









Acara di puncak yaitu berdoa, tumpengan, dan foto-foto, dan jam 11.00 WIB kami langsung capcus turun ke basecamp. Perjalanan untuk menuruni gunung memang cukup cepat, kami sampai di basecamp pukul 16.30 WIB, langsung mandi dan terbaring penuh dengan kedamaian (bahagia telah menaklukan si merbabu). Tidak lama, kami pun melanjutkan acara tumpengan dan syukuran untuk memperingati ulang tahun Mermounc, acara tersebut berlangsung setelah magrib sampai isya, dan ditutup dengan pembagian doorprize. Pada pukul 20.00 WIB kami memulai perjalanan kami untuk kembali ke Terminal Jombor, dan sampailah di Terminal Jombor pukul 23.00 WIB. Akhirnya perjalanan kami sudah selesai untuk menaklukan Gunung Merbabu.



Thursday, June 25, 2015

Muda Menginspirasi Kembali




Momen ramadhan memang begitu sakral bagi kaum muslim, begitu banyak aktivitas bisa dijadikan ajang berkumpul bagi sekalangan orang atau keluarga. Begitu juga dengan Muda Menginspirasi, setelah sekian lama terpisahkan oleh waktu dan kesibukan masing-masing, akhirnya kami bisa berkumpul kembali dengan tema “Bukber”. Momen yang bertepatan dengan puasa tersebut begitu singkat, tetapi sangat bermakna jika kita mengisinya dengan aktivitas yang baik, salah satunya yaitu bukber sekalian silaturahim. Hehe…

Wednesday, June 17, 2015

Rehabilitasi Medik dan Peranan Fisioterapi

Rehabilitasi Medik merupakan salah satu cabang ilmu kesehatan yang mengupayakan pelayanan kesehatan yang terpadu terhadap gangguan fisik dan fungsional yang diakibatkan oleh keadaan atau kondisi sakit, penyakit, atau cedera, dengan tujuan untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal. Adapun tim rehabilitasi medik terdiri dari dokter rehabilitasi medic, fisioterapi, okupasi terapi, terapi wicara, psikolog, pekerja social, ortotik prostetik dan peralatan adaptif.

Tumbuh adalah perubahan dalam besar, jumlah, dan ukuran, dimensi tingkat sel, sedangkan kembang adalah perubahan dalam kemampuan dan keterampilan. Adapun ciri-ciri tumbuh kembang anak yaitu:
Ø  Perkembangan menimbulkan perubahan
Ø  Tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya
Ø  Pola yang tetap dan kecepatan berbeda
Ø  Perkembangan erat hubungannya dengan pertumbuhan – maturasi system saraf
Ø  Tahapan yang berurutan
Proses tumbuh kembang anak meliputi;
a.       Prose kematangan dan belajar
b.      Pola perkembangan dapat diramalkan
Factor pengaruh yaitu;
a.       Factor genetic/keturunan
b.      Factor lingkungan terdiri dari pre-peri-post natal

Otak bayi/anak terdiri dari jutaan sel yang menunggu untuk diberikan stimulasi/rangsangan dan diberikan intervensi, sehingga tumbuh kembang bayi/anak dapat dioptimalkan dengan baik sejak dini. Adapun beberapa perlakuan dalam mengintervensi yaitu;
a.       Metode neurosenso stimulasi
b.      Reflex gravitasi
c.       Grounding reflex
d.      Centering reflex
e.       Head righting reflex
f.       Tendon guard reflex – postural reflexs yang terdiri dari red light reflex dan green light reflex
g.      Stimulasi taktil
h.      Oral control
i.        Exercise therapy
j.        Stimulasi berdiri
k.      Stimulasi berjalan

l.        Stimulasi motoric halus dan kasar