Per Ardua Ad Astra

Tuesday, December 30, 2014

Goresan di Pasir Pantai

Sabtu, 27 Desember 2014, kami yang terdiri dari Dewi, Ana, Rahman, Widodo, dan Aku, sudah merencanakan jauh hari sebelum keberangkatan untuk bersilaturahmi ke kediaman Dewi sekaligus kediaman Rahman yang kebetulan 1 kota, Purbalingga. Kami memang merencanakan sudah sekitar 1 bulan terakhir dengan menentukan tanggal yang fluktuatif, mulai tanggal 25, kita sudah oke, eh, ternyata ada agenda di WKCP yang menyakutpautkan Dewi, Widodo, dan Aku harus terbang ke sana, kemudian tanggal 26, eh abstain karena tanggal 27 pas ada acara kampus dari yang mengait Widodo di Musyang Reality dan aku di launching buku yang akhirnya ditangguh. Akhirnya isbat agenda jadi berangkat ke Purbalingga tanggal 27 desember 2014 setelah (bada) dhuhur, tempat transit dan keberangkatan dari kampus mandala, kenapa di Kampus Mandala? Hehe.. satu-satunya yang ada acara cuma Widodo dengan musyangnya yang bertengger di Kampus Mandala.
Tanpa ada buram disengaja tapi realita, Aku tidak bisa membersamai mereka karena sedang terkapar layaknya ikan yang dijaring nelayan, kurang oksigen, begitu menyiksa, dan hanya pasrah. Hanya jarring yang menjadi tempat terakhir dan terindah bagi ikan tersebut untuk mengantarnya ke surga, tapi saya tidak, saya hanya butuh istirahat untuk mengumpulkan senyawa yin dan yang meredup secara radikal. Hakikatnya, mereka mau tak mau melangsungkan perjalanan. Kehilangan satu momen lagi bagi aku tentunya. "Bukan ironis, bukan skeptis, dan bukan apatis, apalagi anarkis, no… hanya sedikit melankolis."

Oh my!!! aku suka dengan goresan yang menghias pasir pantai tersebut, terima kasih kawan, setidaknya terbesit harapan nyata akan mengurangi rasa lelah untuk hari ini dan esok, tanpa banyak harapan palsu, saya akan memberikan salam balik dari suatu tempat yang berbeda dari itu. Kapan? Biar waktu yang menjawab, tapi saya menjawab “secepat saya berdiri, saya akan segera berdiri; secepat saya berjalan, saya akan segera berjalan; bahkan secepat saya bisa berlari, saya akan segera berlari, ini bukan hanya masalah kecepatan melainkan keikhlasan”.

0 comments:

Post a Comment